Optimalisasi Pengolahan Lahan Sawah di BBU Magepanda untuk Peningkatan Produktivitas Padi

Optimalisasi Pengolahan Lahan Sawah di BBU Magepanda untuk Peningkatan Produktivitas Padi

Kegiatan pengolahan lahan sawah di BBU Magepanda, yang terletak di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Pengolahan lahan ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah agar lahan siap ditanami dan dapat mendukung pertumbuhan tanaman padi secara optimal.

Proses pengolahan lahan sawah yang dilakukan meliputi pembajakan tanah, penyiapan bedengan, serta pemberian pupuk yang tepat guna meningkatkan kesuburan tanah. Dengan memperbaiki kualitas tanah, diharapkan dapat memaksimalkan potensi hasil pertanian, terutama padi, yang menjadi salah satu komoditas utama dalam ketahanan pangan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Dengan kondisi lahan yang lebih subur dan terkelola dengan baik, diharapkan para petani di BBU Magepanda dapat merasakan peningkatan hasil panen yang signifikan. Ini tentu saja berkontribusi dalam mencapai tujuan besar yaitu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pengolahan lahan yang dilakukan di BBU Magepanda sejalan dengan komitmen Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT untuk meningkatkan kualitas pertanian dan mewujudkan kemandirian pangan di daerah. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan praktik pertanian yang baik dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

Similar Posts

  • [HOAKS] Tautan untuk Klaim Bantuan Traktor 2025 dari Kementan

    Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementerian Pertanian. Menurut informasi yang dicantumkan, Kementan memberikan bantuan 100 unit traktor yang akan disalurkan ke seluruh Indonesia. Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan traktor dari Kementan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (2/10/2025).

  • Mendagri Instruksikan Pemda Kebut Program Pompanisasi & Irigasi

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat pelaksanaan program pompanisasi dan irigasi. Menurutnya, percepatan program pompanisasi dan irigasi sangat penting karena berhubungan dengan kesediaan air di beberapa bulan mendatang.
    “Karena ini berhubungan dengan masalah kesediaan air di bulan Juni, Juli, Agustus, September yang dianggap kritikal, karena beberapa daerah akan menghadapi musim kemarau, sehingga kita terus mendorong produksi agar tidak jauh berkurang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/6/2025).

    Arahan ini ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan Menghadapi Musim Kemarau 2025 yang digelar hari ini secara hybrid dari Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

  • Pemerintah Anggarkan Rp 16 Triliun, Mentan Amran: Bulog Sepakat Serap Beras 3 Juta Ton

    Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan rasio surplus beras antara produksi dengan kebutuhan pada Maret sebesar 2,9 juta ton, kemudian hingga April 2025 sebesar 3 juta ton. Bulog sudah sepakat akan menyerap gabah setara beras 3 juta ton dari petani.

    Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan, sesuai arahan Presiden Pabrowo Subianto sebelum bertolak ke India supaya target produksi beras sebesar 3 juta ton bisa tercapai hingga April 2025. Presiden Prabowo menginstruksikan gabah dan beras petani diserap oleh Bulog dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

    “Alhamdulillah, hari ini sudah ada kesepakatan antara Bulog, Perpadi, dan Kementerian Pertanian untuk menyerap gabah dan beras petani. Penyerapan ini akan dikawal pihak kepolisian dan TNI,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman saat konperensi pers di acara Penandatanganan Komitmen Bersama Bulog dan Kementerian Pertanian di Auditorium Kementerian Pertanian, di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

    Penandatanganan Komitmen Bersama Bulog dan Kementerian dilakukan antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro dengan Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono dan Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Soetarto Alimoeso. Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Perpadi dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi, dan Asisten Teritorial (Aster) Kodam.

  • Mentan Andi Amran Sulaiman Tegaskan Percepatan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan untuk Wujudkan Swasembada Pangan

    Rapat tersebut membahas strategi percepatan program cetak sawah baru dan optimasi lahan (Oplah) sebagai langkah nyata dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.

    Rapat dihadiri oleh seluruh penanggung jawab program Luas Tambah Tanam (LTT) dari berbagai provinsi, termasuk tim dari Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan (HHTP) sebagai penanggung jawab Provinsi Jawa Tengah, para pejabat eselon I dan II, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementan.

  • Panen Raya Jagung, Polres Ende Dapat Hasil Delapan Ton Lebih

    PANEN RAYA – Jajaran Polres Ende berhasil memanen kurang lebih 8,7 ton jagung diatas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektar saat menggelar panen raya jagung serentak tahap pertama, Rabu, 26 Februari 2025 pagi bertempat di Kebun Kelompok Tani Pama Imu I, Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

    TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Jajaran Polres Ende berhasil memanen kurang lebih 8,7 ton jagung diatas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektar saat menggelar panen raya jagung serentak tahap pertama, Rabu, 26 Februari 2025 pagi bertempat di Kebun Kelompok Tani Pama Imu I, Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

    Panen raya jagung tersebut guna mendukung program pemerintah pusat yaitu ketahanan pangan swasembada jagung.

    Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, menjelaskan panen raya jagung tahap I hari ini dilakukan pada lokasi yang sudah di tanam pada bulan November tahun 2024 lalu.

    “Dan untuk Polres Ende sendiri hari ini dilakukan panen raya jagung serentak dilakukan di 7 Lokasi dengan luas lahan sekitar 2.2 Hektar dengan hasil perkiraan 8,7 ton,” ujar AKBP Joni Mahardika.

    Dikatakan AKBP Joni Mahardika, panen raya jagung tersebut merupakan salah satu bentuk langkah komitmen Polri mensukseskan ketahanan pangan di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Ende.

    “Semoga kegiatan ini kedepannya mencapai target swasembada pangan di Kabupaten Ende sehingga kita menuju ketahanan pangan dan masyarakat di Ende bisa memenuhi kebutuhan sehari hari, Polres Ende akan di bekerjasama dengan TNI, Dinas Pertanian dan mahasiswa yang hari ini sempat hadir bersama melakukan panen raya dan  juga kelompok-kelompok tani hal ini tentu akan memudahkan dalam kegiatan kegiatan selanjutnya,” ucap AKBP Joni Mahardika.