loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Penjelasan Kadis Pertanian NTT Soal Hama Tanaman Pisang 

January 25, 2024January 25, 2024 Artikel

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lucky F Koli memberi penjelasan perihal hama tanaman pisang. Menurut Lucky Koli, menyebut penyakit yang kini marak di kalangan petani itu, awalnya berasal dari wilayah Sumba. “Kemudian karena ada tranportasi jadi hama itu ikut saja,” sebut Lucky Koli, seperti dikutip, Sabtu (13/1/2024).

Ia mengatakan, sekalipun sudah dilakukan proteksi, namun karena lalu lintas transportasi maka hama itu terindikasi dibawa hingga menyebar lebih luas ke wilayah Flores. Ketika mendapat laporan dari petani di Manggarai Timur soal hal itu, pihaknya sudah mendatangkan ahli untuk melakukan penelitian, hingga mengedukasi dan pencegahan.

“Yang terkena sekarang itu harus dibongkar sekarang dan dibakar,” imbuhnya. Sementara untuk tanaman pisang yang belum terpapar hama itu, Lucky Koli menyarankan agar adanya pencegahan. Hal itu perlu dimulai dari petani atau manusia. Agar tidak terjangkit, maka petani perlu bijak. Saat panen hasil menggunakan parang, perlu sterilisasi benda yang digunakan untuk memotong tanaman pisang kategori baik itu.

Menurut dia, sekalipun terlihat ribet, namun perlu dilakukan karena memang standar pencegahan versi para ahli memang seperti demikian. Sisi lain, petani yang datang ke kebun, agar tidak melakukan aktivitas hingga ke tanaman yang masih sehat. Lucky Koli menyebut, petani harus memastikan barang ataupun petani itu sendiri cukup steril saat berada di kawasan tanaman pisang.

Usai melakukan aktivitas di tanaman pisang yang terkena hama, sebaiknya membersihkan barang sebelum ke kawasan tanaman pisang yang sehat. “Brigade obat-obatan kita juga selalu siap untuk melakukan bantuan. Kita juga minta pemerintah kabupaten untuk mempersiapkan anggaran untuk membantu petani di sana,” ujarnya. 

Lucky Koli mengaku, setidaknya ada 70 persen petani di wilayah Sumba hingga Flores terdampak atau merugi akibat serangan hama ini. Dampak yang paling terlihat ketika angkutan pisang berkurang dari sebelumnya saat di pelabuhan.  “Kita bisa cek di pelabuhan, biasa sebelum ada hama berapa truk, dan sesudah ada hama berapa banyak. Yang pasti berdampak,” ujarnya. 

Lucky Koli tidak menyebut sebaran data petani ataupun jumlah produksi pisang di NTT. Namun, ia mengaku, paling banyak pisang dihasilkan di wilayah Sumba hingga Flores.

Sumber : https://kupang.tribunnews.com/2024/01/13/penjelasan-kadis-pertanian-ntt-soal-hama-tanaman-pisang

Post navigation

Previous Previous
Tok! Stok Pangan Pemerintah Tahun 2024 Ditetapkan Minimal Segini
NextContinue
Penjabat Gubernur NTT Serahkan DPA kepada SKPD Lingkup Pemprov Tahun 2024
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search