Gubernur NTT Kunjungi Lokasi Penjualan Anakan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Car Free Day

Kupang, 28 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan penjualan anakan tanaman siap tanam pada area Car Free Day, Sabtu, 28 Maret 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, hadir bersama jajaran mendampingi kegiatan. Pada kesempatan itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan bersama rombongan untuk meninjau kegiatan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap promosi bibit tanaman dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati masyarakat yang datang untuk melihat, memilih, dan membeli anakan tanaman. Antusiasme itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pertanian sebagai sektor yang produktif dan berkelanjutan. Minat tersebut menjadi modal penting untuk memperluas gerakan menanam di lingkungan rumah tangga dan komunitas.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha. Model penjualan langsung di ruang publik memberi akses yang mudah antara produsen bibit dan masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan transaksi, memperkenalkan komoditas lokal, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Provinsi NTT memandang kegiatan semacam ini sebagai langkah konkret menghubungkan pertanian dengan ruang publik. Dengan demikian, pertanian hadir tidak hanya di lahan produksi, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Joaz Bily Oemboe Wanda menyampaikan bahwa respon masyarakat menjadi sinyal positif bagi pengembangan program serupa. Kegiatan ini diharapkan terus diperluas agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan semakin merata.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas penjualan tanaman juga berpotensi mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah NTT. Melalui kolaborasi yang kuat, sektor pertanian diharapkan semakin maju, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi daerah.
