Pertemuan Sinkronisasi Angka Tetap Produksi Tanaman Pangan Tahun 2023 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur TA.2024

Kupang, 17 Mei 2024, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan pertemuan Sinkronisasi Angka Tetap Produksi Tanaman Pangan Tahun 2023 yang diselenggarakan di Aula Lantai 2 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2024. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas data statistik tanaman pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara, Nixon M.Balukh, SP, M.Si. Beliau menekankan pentingnya data statistik yang akurat dalam mengambil keputusan strategis di bidang pertanian khususnya tanaman pangan.

Pertemuan ini dihadiri oleh petugas data kabupaten/kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berkompeten dalam menangani data statistik tanaman pangan. Kabupaten yang hadir secara onsite yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Sumba Barat, Sumba Timur, Sikka, Sabu Raijua dan Timor Tengah Selatan. Sedangkan 15 kabupaten lain hadir secara online. Narasumber  yang hadir dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku pembina data statistik sektoral yang diwakilkan oleh Marthin F.Sinaga, S.ST dan Leonardo Da Vinci, S.ST selaku statitisi ahli pertama.  Materi yang disampaikan oleh narasumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi NTT sangat penting dalam memastikan ketepatan dan keakuratan data statistik yang digunakan khususnya data tanaman pangan. 

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan evaluasi capaian produksi data statistik tanaman pangan Tahun 2023 untuk 7 (tujuh) komoditi utama yaitu padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Evaluasi ini mencakup peninjauan terhadap metode pengumpulan data, pengolahan data, dan keakuratan data yang dihasilkan. Sehingga dapat meningkatkan kinerja para petugas data statistik dalam menyajikan data yang akurat.

Pada pertemuan tersebut diberikan apresiasi bagi 3 (tiga) kabupaten yaitu Manggarai Barat, Rote Ndao dan Sumba Barat sebagai  kabupaten dan petugas data dengan predikat terbaik I, II dan III  dalam penyampaian laporan data statistik tanaman pangan Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023.

Similar Posts

  • Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung melalui Penyiangan di BBI Tarus

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Balai Benih Induk (BBI) Tarus Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Baru-baru ini, BBI Tarus melaksanakan kegiatan penyiangan di Blok 2 yang melibatkan seluruh staf sebagai bagian dari perawatan tanaman jagung yang sedang tumbuh.

    Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Gulma merupakan salah satu musuh utama dalam pertanian, karena dapat bersaing dengan tanaman utama dalam menyerap unsur hara, air, dan cahaya matahari yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Dengan adanya gulma, tanaman jagung akan kekurangan sumber daya yang diperlukan, yang pada akhirnya dapat mengurangi hasil panen.

    Selain itu, kegiatan penyiangan juga memiliki tujuan penting lainnya, yaitu untuk mencegah serangan hama dan penyakit yang bisa merusak tanaman jagung. Dengan membersihkan area sekitar tanaman, petani dapat mengurangi potensi berkembangnya hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

    Perawatan tanaman jagung yang dilakukan dengan tepat dan berkelanjutan ini sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Provinsi NTT. Langkah-langkah perawatan seperti penyiangan membantu memastikan bahwa tanaman jagung dapat tumbuh dengan optimal, menghasilkan panen yang berkualitas, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan pangan di daerah ini.

  • Kemiskinan dan Keterbatasan Bukan untuk Diratapi: Paulus Limu Menanam Harapan dari Pekarangan

    PK-POM Model menyasar 10.000 keluarga miskin tanpa lahan sawah maupun kebun. Mereka didorong mengelola pekarangan rumah untuk memenuhi gizi keluarga sekaligus menjadi sumber penghasilan.

    Setiap rumah tangga penerima manfaat dibekali 3 ekor kambing, 10 ekor bebek, kolam ikan dengan benih lele, serta lahan hortikultura sekitar 2 are untuk menanam sayur, cabai, tomat, dan buah. Program ini juga dilengkapi pelatihan pengolahan hasil produksi, seperti telur asin, saus tomat, hingga olahan ikan lele.

    Menurut Bupati Paulus, program ini bukan bantuan sosial, melainkan bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri. “Pekarangan rumah harus menjadi

  • Irjen Rudi Darmoko Ajak Masyarakat Kembangkan Pertanian Jagung di NTT

    Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya jagung, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di NTT.

    Ajakan tersebut disampaikan saat Irjen Pol. Rudi Darmoko memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Kamis (5/6/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda NTT, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda NTT, para Kapolres/ta se-NTT, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.

    Kegiatan panen dimulai dengan partisipasi virtual dalam zoom meeting nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri, Menteri Pertanian, dan Menteri Perdagangan. Acara nasional itu juga dirangkai dengan panen raya dan groundbreaking pembangunan gudang penyimpanan jagung dan gabah secara nasional dari Bengkayang, Kalimantan Barat.

  • Perkembangan NTT Catat Penurunan Nilai Tukar Petani pada Juni 2025, Sebesar 99,35

    Pada Bulan Juni 2025, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 99,35 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 97,29 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 96,79 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 102,57 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 105,65 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 92,97 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

  • Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran atas Pengendalian Pertanian

    Jakarta,corebusiness.co.id–Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kinerjanya dalam mengendalikan situasi pertanian di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan strategis dengan Mentan Amran, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Mentan atas pengendalian Anda terhadap situasi pertanian. Saya akui, ini sangat bagus. Tinggal semua unsur bekerja sama untuk memperkuat upaya ini,” kata Presiden Prabowo saat melakukan teleconference bersama petani, penyuluh pertanian, kepala dinas provinsi, Perpadi, serta jajaran terkait lainnya di ruang SAS, Kantor Pusat Kementan, Jakarta (3/2/2025)

    Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga Indonesia semakin dekat dengan target swasembada beras dan menuju swasembada pangan. Menurutnya, masalah pangan adalah isu krusial yang berkaitan langsung dengan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

    “Masalah pangan adalah hidup dan matinya bangsa Indonesia. Ini masalah kedaulatan, masalah kemerdekaan, dan survival kita sebagai bangsa. Kalau mau maju, pangan harus aman dulu. Saya minta semua pihak bekerja dengan hati yang tulus, cinta tanah air, dan patriotisme tinggi, setia pada tujuan swasembada pangan,” tegasnya.

    Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sebagai produsen utama pangan. Pemerintah RI telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.

  • Panen Jagung di Desa Kalaki Kambe, Wewewa Barat: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Pangan

    15 Maret 2025 – Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mewakili Gubernur NTT menghadiri acara panen jagung di Desa Kalaki Kambe, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Acara panen raya ini merupakan hajatan yang digelar oleh Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Sumba Barat Daya.
    Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Di antaranya, terdapat anggota DPR RI Komisi IV, Bapak Usman Husin, serta Bupati Sumba Barat Daya yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya. Selain itu, hadir pula Forkopimda dan perwakilan masyarakat setempat yang turut menyemarakkan acara panen raya ini.