Peta Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan April 2025 di NTT

Sumber : BMKG
Kontak Kami:
WA: 081139404264;
Tlp: (0380) 881613
IG/FB/TikTok: @infobmkgeltari
unduh aplikasi Info BMKG melalui playstore/appstore

Sumber : BMKG
Kontak Kami:
WA: 081139404264;
Tlp: (0380) 881613
IG/FB/TikTok: @infobmkgeltari
unduh aplikasi Info BMKG melalui playstore/appstore
Prediksi curah hujan bulan Maret 2026 pada umumnya berada pada kisaran 201–300 mm per bulan (kategori menengah) dengan sifat hujan Normal (N) Sumber…
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan pemantauan dan pendataan harga komoditi tanaman hortikultura di Pasar Pasar Naikoten pada tanggal 3 September 2025 sebagai bagian dari upaya penyediaan data yang akurat dan terkini bagi masyarakat serta pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Terpantau aktifnya Monsun Asia, Fenomena La Nina lemah di Indonesia, sehingga dapat menyebabkan Hujan Sedang yang dapat di sertai Petir dan Angin Kencang…
Saat ini sebagian besar wilayah NTT telah memasuki Awal Musim Kemarau. Pertumbuhan awan mulai menurun dan agin moonsoon timur sudah mulai aktif. NIL…
BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT – RINGKASAN Buletin Klimatologi BMKG Edisi Juni 2025 Sumber : BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi kondisi cuaca yang cukup dinamis pada dasarian III Januari 2026. Berdasarkan analisis curah hujan, sebagian besar wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori menengah (51-150 mm/dasarian) hingga kategori tinggi (151-300 mm/dasarian). Meskipun intensitas hujan variatif, wilayah ini umumnya tercatat mengalami Hari Hujan dan Hari Tanpa Hujan dalam rentang yang sangat pendek, yakni antara 1 hingga 5 hari.
Menjelang dasarian I Februari 2026, peluang curah hujan di wilayah NTT diperkirakan akan tetap berada pada kategori menengah, dengan probabilitas mencapai 81-100%. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi hujan yang signifikan pada bulan depan. Selain itu, terpantau bibit siklon tropis 98P di wilayah Darwin, Australia bagian Utara, yang dapat meningkatkan intensitas hujan dengan kondisi sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mempengaruhi wilayah NTT.
Faktor lainnya yang memperburuk kondisi cuaca di NTT adalah adanya kombinasi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif di Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan NTT. Aktivitas ini memperkuat proses konvektif, meningkatkan potensi hujan, dan memperbesar kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat NTT untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Kondisi atmosfer yang labil dan peningkatan intensitas hujan mengharuskan kita untuk menjaga kewaspadaan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.
Sebagai langkah mitigasi, diperkirakan bahwa puncak musim hujan di NTT akan berlangsung hingga Februari 2026. Masyarakat dapat memanfaatkan periode hujan ini untuk melakukan panen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, mengingat potensi curah hujan yang tinggi.