Poktan Arjuna 3 Terapkan Pola Tanam Reguler dan Oplah

Poktan Arjuna 3 Terapkan Pola Tanam Reguler dan Oplah untuk Peningkatan LTT Padi

Kelompok Tani (Poktan) Arjuna 3 yang berlokasi di Desa Watu Mori, Kabupaten Manggarai Timur, melaksanakan kegiatan penanaman padi sawah reguler dan Optimalisasi Lahan (OPLAH) sebagai upaya peningkatan produksi padi sekaligus penambahan Luas Tambah Tanam (LTT). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penanaman dilakukan secara serentak oleh seluruh anggota kelompok tani dengan pendampingan penyuluh pertanian lapangan yang memberikan bimbingan teknis guna memastikan proses budidaya berjalan optimal. Penanaman padi sawah reguler dilaksanakan pada lahan sawah eksisting yang selama ini telah diusahakan oleh petani, sementara OPLAH diterapkan pada lahan yang sebelumnya kurang produktif atau belum tergarap secara maksimal.

Melalui pelaksanaan penanaman padi sawah reguler dan OPLAH, para petani mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia tanpa membuka lahan baru. Langkah ini tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi pada penambahan indeks pertanaman melalui perluasan waktu dan luasan tanam.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan produksi padi sawah di wilayah Desa Watu Mori secara berkelanjutan serta mendukung percepatan pencapaian target tanam dan ketahanan pangan daerah. Upaya ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Similar Posts

  • Ahli Gizi SPPG Langga Lero: Program Makan Bergizi Gratis Bawa Dampak Positif bagi Banyak Pihak

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk tenaga ahli gizi yang terlibat langsung. Program ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga membuka peluang kerja bagi banyak orang, termasuk tenaga profesional dan masyarakat lokal.

    Yulius Adi Papa atau biasa disapa Lius, ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langga Lero, Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan hal ini dalam wawancara melalui pesan WhatsApp pada Jumat (10/10/2025).

    “Dalam menu MBG setiap hari sudah dipastikan bergizi atau memenuhi gizi seimbang, karena lengkap karbohidrat, protein nabati, hewani, sayur, buah,” ujar Lius.

    Ia menjelaskan bahwa setiap paket makanan disiapkan sesuai standar kebutuhan gizi harian, sehingga penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah, mendapatkan makanan yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan.

    “Dan bukan hanya penerima manfaat saja yang merasa diuntungkan, ada kami sebagai ahli gizi, akuntansi, Kepala SPPG, dan karyawan lainnya bisa mendapatkan pekerjaan,” tambah Lius.

    Selain itu, pelaksanaan program MBG juga memberdayakan masyarakat lokal, terutama petani dan kelompok tani, karena sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari hasil pertanian setempat.

  • Gubernur Melki Imbau Penyedia Dapur MBG untuk Beli Beras, Sayur, Daging, dan Ikan di Dalam Daerah

    Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

    Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi percepatan program MBG yang digelar di Kupang, Kamis (2/10/2025).

    “Kalau susu dan buah-buahan lain mungkin masih perlu didatangkan dari luar. Tetapi untuk kebutuhan lain seperti beras, sayur-sayuran, daging, dan ikan, kita usahakan dari daerah setempat,” ujar Gubernur Melki.

    Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa Program MBG bukan semata pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan ibu hamil, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal.

    “Program ini menyasar anak sekolah dan ibu hamil, sekaligus berdampak pada ekonomi masyarakat. Kita harus memastikan program ini tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

  • Target Swasembada Beras 2026, NTT Fokus Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan swasembada beras pada tahun 2026. Swasembada beras itu merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut selaras dengan Dasa Cita Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Upaya ini difokuskan pada penguatan komoditas strategis, yakni padi dan jagung.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda menyampaikan ini saat diwawancara victorynews.id usai acara coffe morning Gubernur NTT bersama wartawan, Sabtu, (10/5/2025). Pria yang akrab disapa Umbu itu mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, luas panen padi di NTT mencapai 168.727 hektare dari total potensi luas baku sawah sebesar 176.693 hektare sesuai data ATR/BPN.

  • Bantuan 3 Unit Motor Viar dari Dirjen Hortikultura untuk 3 Kelompok Tani di Kabupaten Kupang

    Kupang, 24 Oktober 2024 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapatkan dukungan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melalui bantuan pengadaan 3 unit motor viar (motor roda tiga dengan bak). Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kegiatan para petani dan kelompok tani di Kabupaten Kupang.

  • Gerakan Tanam Jagung “GEMA AGUNG NTT” Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

    Kolidoki, Desa Manusak — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali memperkuat komitmen dalam membangun sektor pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu tumpuan ketahanan pangan daerah. Hal ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam Jagung “GEMA AGUNG NTT” (Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung NTT) yang dilaksanakan di lahan seluas 1 hektare di Kolidoki, Desa Manusak, Kabupaten Kupang.

    Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kadis Pertanian Kabupaten Kupang, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, jajaran teknis, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani di sekitar lokasi. Seluruh unsur hadir langsung untuk mendukung proses penanaman yang menjadi simbol kolaborasi dan semangat membangun pertanian berbasis agribisnis.

  • Menanam Harapan di Pekarangan: Kolaborasi Sumba Tengah dan Undana Kupang Menghapus Kemiskinan

    Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, menerima kunjungan Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, beserta rombongan di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Undana untuk memberikan dukungan akademis, pendampingan, serta apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

    Dalam pertemuan itu, Bupati Paulus memaparkan bahwa program PK-POM Model lahir dari analisis mendalam terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat Sumba Tengah. Hingga kini, tingkat kemiskinan di wilayah tersebut masih berada pada kisaran 30 persen, dengan sekitar 90 persen penduduk tidak memiliki lahan sawah atau kebun untuk diolah.