Polda NTT Catat Produksi Jagung Puluhan Ribu Ton di Tahun 2025
Pada tahun 2025, Polda NTT berhasil mencatatkan prestasi penting dalam program ketahanan pangan, memperkuat posisi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Berkat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, produksi jagung di wilayah ini mencapai puluhan ribu ton. Capaian ini diumumkan dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 yang dipimpin oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, di Desa Manulai I, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Kamis (8/1/2026).
Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H, Kabid Humas Polda NTT, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan Polri di wilayah NTT telah menjangkau hampir seluruh Polres jajaran pada tahun 2025. “Berdasarkan data ketahanan pangan Polda NTT, luas lahan jagung yang berhasil dipanen pada 2025 mencapai lebih dari 6.500 hektare, dengan total produksi sekitar 19.500 ton jagung,” ujarnya.
Produksi jagung tersebar di 21 Polres jajaran Polda NTT, dengan kontribusi terbesar berasal dari Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Sumba Barat, Alor, dan Kabupaten Kupang. Sumba Barat Daya tercatat sebagai penyumbang produksi tertinggi, dengan hampir 10 ribu ton jagung berhasil dipanen.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari pendampingan intensif yang dilakukan Polri melalui Bhabinkamtibmas, yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam mendampingi petani, menjalin koordinasi dengan Dinas Pertanian, serta memastikan distribusi benih dan pupuk tepat sasaran.
Selain itu, Polda NTT juga mengawal proses penyerapan hasil panen oleh Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan keuntungan petani. Meskipun menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan sarana produksi, Polda NTT terus mendorong optimalisasi lahan dengan penyediaan sumur bor, pompa air, serta teknologi pertanian yang efektif.
“Capaian produksi jagung sepanjang 2025 ini membuktikan bahwa sinergi antara Polda NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta sektor terkait mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” tambah Kabid Humas. Polda NTT optimistis bahwa capaian 2025 akan menjadi fondasi kuat untuk peningkatan produksi jagung pada 2026, mendukung program swasembada pangan nasional, dan mewujudkan visi menjadikan NTT sebagai lumbung jagung nasional.
Sumber: Headline
