Rapat Persiapan Gelar Teknologi Jagung Di Ntt Libatkan 7 Produsen Dan Pupuk Indonesia

Kupang, 08 April 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat persiapan kegiatan Gelar Teknologi Jagung yang akan dilaksanakan di lahan Balai Benih Induk (BBI) Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Kegiatan ini melibatkan 7 produsen benih jagung nasional serta dukungan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas jagung di NTT.
Rapat dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan luring dan daring. Rapat secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang hadir secara virtual. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, produsen benih, dan penyedia sarana produksi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kemandirian benih di wilayah NTT.
Sejumlah produsen benih jagung hadir secara langsung (offline), yakni PT Sage Mashlahat Indonesia, CV Bunga Tani Sejahtera, PT Maxxi Agri Indonesia, dan PT Duo Syenta Niaga. Sementara itu, tiga produsen lainnya mengikuti rapat secara daring melalui Zoom Meeting, yaitu PT Shiram Seed Indonesia, PT Soebandi Raja Agriculture, dan PT Jafran Indonesia.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan gelar teknologi, termasuk kesiapan benih, jenis varietas yang akan ditampilkan, pola tanam, serta dukungan pupuk dan sarana produksi lainnya. PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan ini melalui uji sampel tanah dan rekomendasi pupuk yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Rencana pelaksanaan penanaman akan dilakukan di lahan seluas 1 hektare yang berlokasi di BBI Tarus. Kegiatan tanam dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat April 2026. Lahan tersebut akan menjadi lokasi percontohan (demplot) berbagai varietas unggul jagung dari masing-masing produsen, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi petani maupun pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat diperoleh rekomendasi varietas jagung unggul yang adaptif terhadap kondisi agroklimat NTT, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Selain itu, gelar teknologi ini juga menjadi ajang sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani dalam mendorong pertanian modern berbasis inovasi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT optimistis bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung, di wilayah Nusa Tenggara Timur.
