loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Sinergi TNI-Polri dan Distankp NTT dalam Membangun Ketahanan Pangan Melalui Kolaborasi Pertanian

February 26, 2025March 4, 2025 Artikel

Kupang 26 Februari 2025 – Dalam program Dialog Kupang Pagi di Studio Pro 1 RRI Kupang, Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distankp) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Semuel F. Keffi, S.P., M.Sc., menekankan pentingnya kolaborasi multisektor untuk memperkuat ketahanan pangan. Acara ini mengangkat peran strategis TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan pertanian di NTT, khususnya melalui pendampingan teknis dan penguatan kebijakan.

Pertanian Butuh Kolaborasi, Bukan Kerja Sektoral

Semuel menyatakan bahwa membangun sektor pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial atau oleh satu instansi saja. “Diperlukan sinergi dan kolaborasi, baik di tingkat kebijakan maupun lapangan,” ujarnya. Ia menjelaskan, langkah awal sinergi kebijakan telah diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Panglima TNI setempat. “Dengan MoU ini, kami di tingkat daerah tinggal memperkuat koordinasi agar seluruh pemangku kepentingan bersatu dalam satu gerakan,” tambahnya.

Kolaborasi ini, menurut Semuel, menjadi kunci untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan dukungan kepada petani berjalan efektif. “Kehadiran TNI-Polri di lapangan, seperti melalui program Bimbingan Masyarakat (Bimas) TNI dan Polri (Babinsa), sangat membantu petani, terutama dalam pendampingan teknis dan evaluasi pelaporan,” jelasnya.

Dukungan TNI-Polri: Jawaban atas Keterbatasan Jumlah Penyuluh Pertanian

Semuel mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya penyuluh pertanian, menjadi tantangan serius dalam optimalisasi produksi. “Jumlah penyuluh kami terbatas, sementara cakupan wilayah NTT sangat luas. Di sinilah peran TNI-Polri menjadi vital,” ungkapnya.

Personel TNI dan Polri dilibatkan dalam pendampingan petani, mulai dari penanaman benih unggul, pengelolaan lahan, hingga pemantauan hasil panen. Mereka juga membantu memastikan program pemerintah seperti distribusi alat pertanian, benih bersubsidi, dan pelatihan teknis tersalurkan tepat sasaran. “Mereka menjadi mitra kami dalam ‘mengawal’ petani agar setiap tahap produksi berjalan optimal,” tegas Semuel.

Gerakan Bersama: “Ayo Bangun Pertanian!”

Di akhir dialog, Semuel mengajak seluruh pihak bergerak bersama. “Ayo bangun pertanian dengan kolaborasi bersama TNI dan Polri untuk mendukung dan meningkatkan ketahanan pangan,” serunya. Ajakan ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk menjadikan NTT sebagai lumbung pangan nasional, terutama melalui pengembangan komoditas unggulan seperti jagung, ubi kayu, dan sorgum.

Kolaborasi sebagai Pondasi Ketahanan Pangan

Keberhasilan NTT dalam mencapai swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif TNI-Polri dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas, mengurangi ketimpangan akses sumber daya, dan mengantisipasi kerawanan pangan di daerah rawan krisis. Dengan semangat gotong royong, NTT berkomitmen menjawab tantangan pangan nasional secara berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
Sinergi Pembangunan: Optimalisasi Lahan 48 Lanud El Tari Kupang untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produktivitas Pertanian
NextContinue
Panen Raya Jagung Serentak di NTT: Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Pemanfaatan Lahan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search