loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Sosialisasi Keamanan dan Mutu Pangan Segar di Kelompok Tani Mansuma Kota Kupang

March 31, 2026March 31, 2026 Artikel

Kupang, 31 Maret 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi keamanan dan mutu pangan segar bagi Kelompok Tani Mansuma di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penerapan keamanan dan mutu pangan segar sekaligus mengenalkan alur proses Prima 3 sebagai bagian dari upaya menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi dan memiliki daya saing lebih baik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelompok Tani Mansuma, Penyuluh Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Kehadiran berbagai pihak dalam satu forum menjadi bentuk sinergi lintas sektor untuk memperkuat pembinaan petani, khususnya dalam penerapan prinsip keamanan pangan sejak proses budidaya hingga penanganan hasil panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT hadir sekaligus membuka kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut. Dalam kesempatan itu, ditekankan bahwa keamanan dan mutu pangan segar tidak hanya menjadi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi konsumen dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Meningkatkan pemahaman petani tentang keamanan pangan segar

Melalui kegiatan ini, petani didorong untuk memahami pentingnya penerapan praktik budidaya dan penanganan hasil pertanian yang baik. Pemahaman tersebut mencakup kebersihan sarana produksi, penggunaan input pertanian secara tepat, penanganan panen dan pascapanen yang benar, hingga upaya menjaga produk tetap aman, bersih, dan layak dikonsumsi.

Edukasi semacam ini menjadi sangat penting karena pangan segar, terutama komoditas hortikultura, banyak dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Oleh sebab itu, aspek keamanan pangan harus diperhatikan secara konsisten agar produk yang dihasilkan petani tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga memenuhi standar mutu yang dibutuhkan konsumen.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan membantu petani memahami bahwa keamanan pangan merupakan bagian dari proses penguatan usaha tani. Ketika petani mampu menerapkan standar keamanan dan mutu secara bertahap, maka peluang untuk memperluas akses pasar, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan posisi tawar produk pertanian daerah juga akan semakin terbuka.

Memperkenalkan alur proses Prima 3 kepada kelompok tani

Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan alur proses Prima 3 kepada Kelompok Tani Mansuma. Pemahaman mengenai Prima 3 penting agar petani mengetahui tahapan yang perlu dipersiapkan apabila ingin mengarahkan usahanya pada sistem budidaya dan penanganan pangan segar yang lebih tertib, terdokumentasi, dan memenuhi aspek keamanan pangan.

Dengan adanya sosialisasi ini, petani diharapkan tidak hanya mengenal istilah Prima 3 secara umum, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan di lapangan. Mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, pengelolaan kebersihan lingkungan produksi, penggunaan sarana produksi yang sesuai, hingga penanganan hasil panen yang mendukung keamanan pangan segar.

Pendekatan edukatif ini penting karena proses pemenuhan standar tidak dapat dilakukan secara instan. Petani memerlukan pendampingan, pemahaman teknis, serta koordinasi yang baik dengan instansi terkait agar proses menuju penerapan standar keamanan pangan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sinergi pemerintah daerah dalam pendampingan petani

Keterlibatan penyuluh pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menunjukkan bahwa pembinaan keamanan dan mutu pangan segar memerlukan kerja bersama. Sinergi ini penting agar petani memperoleh informasi yang utuh, mulai dari aspek teknis produksi hingga pembinaan kelembagaan dan pendampingan administrasi.

Bagi pemerintah daerah, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pangan daerah yang aman, sehat, dan berkualitas. Pembinaan kepada kelompok tani tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas petani, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan segar yang lebih terpercaya bagi masyarakat.

Kelompok Tani Mansuma menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan di tingkat lapangan tetap menjadi fondasi utama dalam penguatan keamanan pangan. Melalui pertemuan langsung, petani dapat menyampaikan kondisi riil yang dihadapi, sekaligus memperoleh penjelasan yang lebih praktis dan mudah diterapkan sesuai situasi usaha taninya.

Komitmen mendorong pangan segar yang aman dan bermutu

Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi keamanan dan mutu pangan segar di Kelompok Tani Mansuma diharapkan menjadi langkah awal yang terus berlanjut melalui pendampingan dan pembinaan secara konsisten. Ke depan, penguatan kapasitas petani perlu terus dilakukan agar penerapan prinsip keamanan pangan tidak berhenti pada tingkat pemahaman, tetapi benar-benar menjadi praktik sehari-hari dalam kegiatan budidaya dan penanganan hasil pertanian.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya produk pangan segar yang aman, bermutu, dan mampu bersaing. Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, diharapkan semakin banyak pelaku usaha tani di NTT yang siap menerapkan standar keamanan pangan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal.

Post navigation

Previous Previous
Panen Padi Program Mandiri Benih Tanaman Pangan 2025 di Boleng Manggarai Barat Capai Produktivitas 8,45 Ton per Hektare
NextContinue
Petani Milenial Overa Kembangkan Tumpang Sari Jagung dan Cabai Organik di Amfoang Tengah
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search