loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

UPTD. Perbenihan Kebun Dinas & LAB Hayati Perkebunan (Kebun Dinas Eban, Alor, Ende, Waikadada, Hameli dan Sikka)

April 11, 2025April 14, 2025 Tajuk Harian

Pada hari Jumat, 11 April 2025, tim kebun dinas melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin di areal tanaman cengkeh dan kakao. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Pembersihan Kebun
    Langkah awal yang dilakukan adalah pembersihan area kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan cengkeh dan kakao. Pembersihan ini dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sabit untuk memastikan akar gulma tercabut hingga tuntas, sehingga tidak mengganggu penyerapan nutrisi oleh tanaman utama.
  2. Pemangkasan Dahan Kering
    Selanjutnya, dilakukan pemangkasan dahan kering dan cabang yang tidak produktif pada tanaman cengkeh dan kakao. Pemangkasan ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi udara di sekitar tanaman, mengurangi kelembapan yang dapat memicu penyakit, serta merangsang pertumbuhan tunas baru yang lebih sehat.
  3. Pengendalian Gulma
    Pengendalian gulma dilakukan dengan metode manual dan kimiawi. Secara manual, gulma dicabut hingga akarnya untuk mencegah pertumbuhan kembali. Secara kimiawi, digunakan herbisida berbahan aktif glifosat dengan penyemprotan yang hati-hati agar tidak mengenai tanaman utama.
  4. Pemberian Pupuk
    Sebagai langkah akhir, dilakukan pemberian pupuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk yang digunakan adalah kombinasi antara pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang, serta pupuk anorganik jenis Urea. Pemberian pupuk dilakukan dengan dosis yang disesuaikan dengan umur tanaman, guna memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi secara optimal.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan tanaman cengkeh dan kakao dapat tumbuh lebih sehat dan produktif, serta meningkatkan hasil panen di masa mendatang.

Post navigation

Previous Previous
Panen Perdana Jagung Hibrida, Petani Pantar Tengah Siap Sambut Swasembada
NextContinue
Pantau Bendung Wae Ces, Gubernur NTT Ingin Jadikan Manggarai Lumbung Pangan Nasional
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search