🌾 Perkuat Sinergi Pertanian, Pemprov Jatim dan NTT Tanda Tangani Kerja Sama Strategis

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta jajaran menerima kunjungan anjangsana dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Bapak Heru Suseno, yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Ibu Aminatun serta Kepala UPT Pelatihan Pertanian Bapak Agus Sumarsono. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kota Kupang.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Misi Dagang antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi NTT yang diselenggarakan di Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring kerja sama antar daerah, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di sektor pertanian sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong peningkatan produksi, pengembangan sumber daya manusia pertanian, serta penguatan akses pasar komoditas unggulan daerah.

Penandatanganan PKS ini disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Johni Asadoma, sebagai simbol kuatnya sinergi dan kolaborasi antar kedua provinsi.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan, teknologi, serta penguatan kapasitas petani, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan berkelanjutan di NTT.

Similar Posts

  • FFD Sekolah Lapang Genta Pro Organik di Kobalima: Wujudkan Pertanian Organik yang Berkelanjutan

    Sekolah Lapang (SL) Genta Pro Organik Tahun 2024 yang digelar di wilayah kerja BPP Kobalima melibatkan 10 kelompok tani menjadi tonggak penting dalam penerapan pertanian organik di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian melalui metode budidaya organik yang ramah lingkungan.

    Puncak kegiatan ini ditandai dengan Temu Lapang atau Farmer Field Day (FFD) yang berlangsung pada hari Jumat, 15 November 2024 di Kelompok Tani Remano, Desa Litamali Kecamatan Kobalima. Acara ini dihadiri oleh 158 peserta, yaitu Pejabat yang mewakili Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Sekretaris Camat Kobalima, Koordinator BPP Kobalima beserta penyuluh pendamping, Kepala Desa, Babinkamtibmas, Babinsa, serta para petani dari kelompok tani peserta SL.

  • Air Adalah Hidup: Gubernur Melki dan Retno Marsudi Bahas Harapan NTT di Tengah Krisis Global

    Jamuan ini menjadi momen penting untuk membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas global dalam mengatasi tantangan besar yang dihadapi NTT, terutama krisis air bersih dan dampaknya terhadap kesehatan, ketahanan pangan, serta kemiskinan ekstrem.

    Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Gubernur Johni Asadoma, para Staf Ahli Gubernur, dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTT.

  • UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui BBU Magepanda Laksanakan Penanaman Padi Varietas Ciherang

    UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui Seksi Produksi Benih Tanaman Pangan, Balai Benih Utama (BBU) Magepanda melaksanakan kegiatan penanaman bibit padi varietas Ciherang di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Kegiatan penanaman dilaksanakan setelah melalui tahapan persemaian sesuai standar teknis perbenihan. Bibit padi ditanam dengan pengaturan jarak tanam yang teratur untuk memastikan ruang tumbuh optimal, meningkatkan keseragaman pertumbuhan, serta mendukung kondisi tanaman yang sehat.

  • Sinergi TNI-Polri dan Distankp NTT dalam Membangun Ketahanan Pangan Melalui Kolaborasi Pertanian

    Kupang 26 Februari 2025 – Dalam program Dialog Kupang Pagi di Studio Pro 1 RRI Kupang, Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distankp) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Semuel F. Keffi, S.P., M.Sc., menekankan pentingnya kolaborasi multisektor untuk memperkuat ketahanan pangan. Acara ini mengangkat peran strategis TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan pertanian di NTT, khususnya melalui pendampingan teknis dan penguatan kebijakan.

    Pertanian Butuh Kolaborasi, Bukan Kerja Sektoral

    Semuel menyatakan bahwa membangun sektor pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial atau oleh satu instansi saja. “Diperlukan sinergi dan kolaborasi, baik di tingkat kebijakan maupun lapangan,” ujarnya. Ia menjelaskan, langkah awal sinergi kebijakan telah diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Panglima TNI setempat. “Dengan MoU ini, kami di tingkat daerah tinggal memperkuat koordinasi agar seluruh pemangku kepentingan bersatu dalam satu gerakan,” tambahnya.

    Kolaborasi ini, menurut Semuel, menjadi kunci untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan dukungan kepada petani berjalan efektif. “Kehadiran TNI-Polri di lapangan, seperti melalui program Bimbingan Masyarakat (Bimas) TNI dan Polri (Babinsa), sangat membantu petani, terutama dalam pendampingan teknis dan evaluasi pelaporan,” jelasnya.

  • 🚐 Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan, Pemprov NTT Terima Mobil Laboratorium Keliling dari BAPANAS

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerima bantuan satu unit Mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS). Bantuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan segar di wilayah NTT.

    Kegiatan serah terima bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama jajaran. Kehadiran mobil laboratorium keliling ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan pangan, khususnya pada komoditas pangan segar yang beredar di masyarakat.

  • Percepat Luas Tambah Tanam Padi di NTT: Program Penanaman Padi di Manggarai Timur dan Belu

    Kegiatan penanaman padi di Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, serta di Desa Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan peningkatan produksi padi. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat tercapai ketahanan pangan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

    Kegiatan penanaman padi ini dilaksanakan dengan melibatkan petani setempat yang didampingi secara aktif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan ini sangat penting untuk memastikan bahwa teknik budidaya yang diterapkan sudah tepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi agroklimat lokal. Penerapan teknologi dan metode pertanian yang tepat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi serta meminimalkan risiko kegagalan tanam yang sering kali terjadi akibat faktor cuaca atau kurangnya pengetahuan teknis.

    Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada, sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan di Provinsi NTT. Dengan penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan dan kolaborasi yang baik antara petani dan pemerintah daerah, sektor pertanian di NTT diharapkan dapat berkembang lebih pesat, menghasilkan produk pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan taraf hidup para petani lokal.