Dukung Hilirisasi Pertanian, DPD Partai Demokrat Cek Kebun Poktan Mercy Ayo Bangun NTT di Kupang

DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecek kebun percontohan hortikultura milik Kelompok Tani (Poktan) Mercy Kupang Ayo Bangun NTT di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Kunjungan tersebut sebagai wujud dukungan konkret Partai Demokrat terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, One Community One Product (OCOP), yang menekankan penguatan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan hilirisasi.
Di lahan seluas sekitar 1,6 hingga 2 hektare tersebut, Demokrat melalui Poktan Mercy mengembangkan kebun contoh tanaman pangan dan hortikultura. Komoditas yang ditanam meliputi sekitar 10.000 anakan cabai, 500 pohon pepaya California, terong, mentimun, serta sayuran cepat panen seperti kangkung.
Sejumlah komoditas dilaporkan telah memasuki masa panen, di antaranya pepaya California, cabai, terong, dan kangkung.
Ketua Poktan Mercy Kupang Ayo Bangun NTT, Yos Marsel Titus, menyebut kelompok tani ini beranggotakan 23 orang dan terbentuk melalui kolaborasi Partai Demokrat dengan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Dukungan yang kami terima antara lain sumur bor, alat bajak, bibit, dan pupuk. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah serta DPD dan DPC Demokrat yang berinisiatif membentuk kelompok tani ini,” ujar Yos, Sabtu (10/1/2026).
Kebun percontohan di Naibonat, sebagai pilot project hilirisasi pertanian yang sejalan dengan agenda OCOP dan kebijakan pemerintah pusat dalam penguatan sektor primer.
Ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo menjelaskan, gagasan kebun contoh tersebut berangkat dari proposal konsep hilirisasi pertanian yang sebelumnya disampaikan kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena. Konsep itu, kata dia, mendapat respons positif karena sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Gubernur mendorong agar konsep ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi dibuktikan melalui kebun percontohan,” kata Leonardus.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang Winston Neil Rondo menilai pembentukan kelompok tani merupakan langkah penting untuk mengubah pola keterlibatan partai politik di sektor pertanian.
Selama ini, menurut dia, partai sering hadir secara seremonial tanpa keterlibatan berkelanjutan ketika petani menghadapi persoalan mendasar seperti harga pupuk, akses pasar, dan fluktuasi harga.
Winston mengakui kebun percontohan ini masih menghadapi tantangan. Lahan dua hektare dinilai baru sebatas contoh teknis, belum menyentuh persoalan struktural pertanian NTT seperti irigasi berkelanjutan, rantai pasok, pascapanen, hingga keterhubungan dengan industri pengolahan.
“Hilirisasi tidak berhenti pada panen. Harus jelas ke mana hasil itu dipasarkan, diolah, dan siapa yang menikmati nilai tambahnya,” katanya.
Menurut Winston, kebun di Naibonat diharapkan menjadi cikal bakal replikasi di wilayah lain. Namun, rencana itu baru bermakna jika disertai desain yang jelas, mulai dari pendanaan, pendampingan teknis, hingga integrasi dengan kebijakan pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, jajaran pengurus DPD Demokrat NTT bersama DPC Demokrat Kabupaten Kupang juga melakukan penanaman pohon jambu kristal di lingkungan Kantor DPC Demokrat di Naibonat.
Winston Neil Rondo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan. Sebanyak 100 bibit jambu kristal disiapkan, sebagian ditanam di lingkungan kantor, sementara sisanya dibagikan kepada pengurus DPC dan DPD untuk ditanam di kebun maupun pekarangan rumah masing-masing.
