Pemupukan Pertama Calon Benih Padi untuk Peningkatan Produksi Pertanian di NTT

Pemupukan Pertama Calon Benih Padi untuk Peningkatan Produksi Pertanian di NTT

Selasa, 3 Februari 2026 – Kegiatan pemupukan pertama pada calon benih padi Varietas Ciherang Kelas BD telah dilaksanakan di Balai Benih Induk (BBI) Noelbaki. Pemupukan yang dilakukan menggunakan pupuk Urea dan NPK ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman pada fase awal pertumbuhan, yang sangat penting bagi keberhasilan produksi padi.

Pada tahap awal pertumbuhan, pemupukan yang tepat menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang optimal. Dengan pemupukan yang seimbang, diharapkan tanaman padi dapat tumbuh dengan sehat dan kuat, menjaga keseragaman pertumbuhan, serta meningkatkan mutu benih padi yang dihasilkan. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa calon benih padi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan siap untuk ditanam oleh petani di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian, khususnya dalam sektor tanaman padi. Dengan pemupukan yang tepat, benih padi unggul diharapkan dapat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, sehingga dapat mendukung pencapaian target produksi padi yang lebih tinggi. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya untuk mencapai ketahanan pangan dan swasembada pangan di NTT, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Similar Posts

  • Percepat Luas Tambah Tanam Padi di NTT: Program Penanaman Padi di Manggarai Timur dan Belu

    Kegiatan penanaman padi di Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, serta di Desa Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan peningkatan produksi padi. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat tercapai ketahanan pangan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

    Kegiatan penanaman padi ini dilaksanakan dengan melibatkan petani setempat yang didampingi secara aktif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan ini sangat penting untuk memastikan bahwa teknik budidaya yang diterapkan sudah tepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi agroklimat lokal. Penerapan teknologi dan metode pertanian yang tepat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi serta meminimalkan risiko kegagalan tanam yang sering kali terjadi akibat faktor cuaca atau kurangnya pengetahuan teknis.

    Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada, sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan di Provinsi NTT. Dengan penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan dan kolaborasi yang baik antara petani dan pemerintah daerah, sektor pertanian di NTT diharapkan dapat berkembang lebih pesat, menghasilkan produk pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan taraf hidup para petani lokal.

  • Penghargaan Swasembada Pangan 2025: Prestasi Gemilang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada acara penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada 12 Januari 2026, Provinsi NTT berhasil meraih pengakuan atas dedikasi dan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh dan institusi yang telah berkontribusi signifikan dalam mewujudkan swasembada pangan, dengan total 40 penerima dari berbagai cluster di seluruh Indonesia.

    Penghargaan ini mencakup beberapa cluster, termasuk Cluster SKM/TAM, Cluster PJ Provinsi & Kabupaten Eselon II, Cluster Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten, Cluster TNI, Cluster Pimwil Bulog, dan Cluster Kanca Bulog. Fokus utama penghargaan adalah mengapresiasi upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, institusi terkait, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi pangan, distribusi, serta ketahanan masyarakat terhadap krisis pangan.

  • Gubernur Melki Hadiri Panen Cabai Pertama di SMAN 1 Kupang Timur: Jadikan Teladan bagi Sekolah Lain di NTT

    Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kegembiraannya menghadiri acara panen perdana cabai di SMAN 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang. “Saya sangat menyukai kegiatan menanam dan memanen seperti ini, terutama di tingkat SMA/SMK. Ini sejalan dengan program Melki-Johni yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di setiap daerah,” ujarnya.

    Acara panen ini berlangsung pada Jumat pagi, di lahan seluas 20 are yang dikelola langsung oleh siswa-siswi SMAN 1 Kupang Timur. Kebun cabai ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan sekolah. Sebanyak 3.600 pohon cabai ditanam, dengan perkiraan hasil panen mencapai 1 kilogram per pohon. Selain sebagai media belajar, inisiatif ini juga melatih keterampilan kewirausahaan bagi para siswa.

  • Disponsori Bank NTT, Pemkab Nagekeo Tanam Perdana Hortikultura Pasok Bahan Pangan MBG

    Bank NTT Cabang Mbay menggandeng Pemkab Nagekeo melakukan tanam perdana hortikultura dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta menyukseskan program makan bergizi gratis. Tanam perdana hortikultura ini dilaksanakan di salah satu lahan milik kelompok tani milenial binaan Bank NTT di Desa Anakoli, Kecamatan Wolowae, Selasa 26 Mei 2025.

    Tanam perdana Hortikultura ini dihadiri oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Kepala Bank NTT cabang Mbay Petrus Soba Lewar, Kepala Dinas Pertanian Primus Nuwa, Kepala Dinas Perikanan Oliva Mogi, Sekretaris Dinas Peternakan Peter Aja, sejumlah PPL yang bertugas di wilayah Kecamatan Wolowae dan masyarakat Desa Anakoli. Di sela kegiatan tanam perdana itu, Bank NTT berkesempatan menyerahkan kredit mikro merdeka tanpa agunan tanpa bunga kepada para anggota kelompok milenial untuk mengembangkan usaha mereka baik pertanian maupun peternakan.

  • Dari Desa Fanating, Produk VCO dan Minyak Kemiri Maria Tampil di Pesta Pangan Lokal Alor

    Kalabahi, Alor- NTT –  Ajang Pesta Pangan Lokal dan Budaya Zona II Kabupaten Alor Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Mini Kalabahi menjadi panggung bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan produk-produk unggulan. Salah satunya adalah Maria, ibu rumah tangga asal Desa Fanating, yang hadir dengan produk Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kemiri olahan.

    Maria, pemilik usaha kecil yang tergabung dalam Kelompok Pemberdayaan Mandiri, memanfaatkan hasil alam Alor berupa kelapa dan kemiri untuk diolah secara alami tanpa bahan kimia. Produk unggulannya antara lain VCO, minyak kemiri murni, dan kemiri bakar.