Edukasi Keamanan dan Mutu Pangan Segar bagi Kelompok Tani Mekar di Kupang Timur

Pada Rabu, 13 Mei 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi Keamanan dan mutu pangan segar di Kelompok Tani Mekar. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman petani tentang penerapan keamanan dan mutu pangan segar.
Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan alur proses Prima 3 kepada petani. Pemahaman ini penting agar petani mampu menghasilkan produk yang lebih aman dan sesuai standar mutu.
Pentingnya Keamanan dan Mutu Pangan Segar
Keamanan dan mutu pangan segar menjadi bagian penting dalam rantai produksi pertanian. Petani tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang melimpah. Petani juga perlu memastikan produk tersebut layak dikonsumsi.
Pangan segar seperti sayur dan buah dapat langsung dikonsumsi masyarakat. Karena itu, proses budidaya, panen, penanganan, dan distribusi perlu diperhatikan. Setiap tahapan harus menjaga kebersihan, keamanan, dan kualitas produk.
Melalui sosialisasi ini, petani mendapat edukasi tentang pentingnya pangan yang aman. Petani juga diarahkan untuk lebih memahami risiko cemaran pada hasil pertanian.
Pengenalan Alur Proses Prima 3
Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai alur proses Prima 3. Prima 3 berkaitan dengan penjaminan keamanan pangan segar hasil pertanian.
Pengenalan ini membantu petani memahami tahapan yang perlu dipenuhi. Petani dapat belajar menyiapkan produk yang lebih aman, bermutu, dan dapat dipercaya konsumen.
Pemahaman terhadap Prima 3 juga menjadi langkah awal bagi kelompok tani. Terutama dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.
Peserta Kegiatan Sosialisasi
Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini diikuti oleh berbagai unsur terkait. Peserta utama berasal dari Kelompok Tani Mekar di Kelurahan Merdeka.
Selain petani, kegiatan ini juga diikuti oleh Penyuluh Pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam penguatan keamanan pangan.
Pengujian Laboratorium Menggunakan Mobil Laboratorium Keliling
Dalam sosialisasi ini, tim juga melakukan pengujian laboratorium secara langsung. Pengujian dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling.
Sampel yang diuji adalah sayur mentimun dan kacang panjang. Kedua komoditas tersebut diuji menggunakan rapid test kit.
Hasil pengujian menunjukkan hasil negatif. Artinya, sampel mentimun dan kacang panjang tidak terdeteksi mengandung cemaran berdasarkan uji cepat tersebut.
Hasil ini menjadi informasi penting bagi petani. Petani dapat melihat langsung proses pengujian keamanan pangan segar di lapangan.
Penguatan Peran Petani dalam Keamanan Pangan
Kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi petani. Petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga melihat praktik pengujian pangan segar.
Pendekatan ini membuat edukasi lebih mudah dipahami. Petani dapat menghubungkan pengetahuan dengan kondisi nyata di lapangan.
Ke depan, petani diharapkan semakin sadar terhadap pentingnya keamanan pangan. Produk pertanian yang aman akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Kesimpulan
Sosialisasi dan edukasi keamanan dan mutu pangan segar di Kelompok Tani Mekar menjadi langkah penting. Kegiatan ini memperkuat pemahaman petani tentang pangan segar yang aman dan bermutu.
Pengenalan alur Prima 3 juga membantu petani memahami standar penjaminan mutu. Selain itu, pengujian laboratorium keliling memberi pengalaman langsung kepada peserta.
Hasil uji negatif pada mentimun dan kacang panjang menunjukkan kondisi sampel yang aman berdasarkan rapid test kit. Kegiatan ini diharapkan mendorong petani menghasilkan pangan segar yang lebih aman, bermutu, dan berdaya saing.
