Monitoring Penangkaran Benih Padi di Mbuit Manggarai Barat

Monitoring Penangkaran Benih Padi dilaksanakan di Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pertumbuhan tanaman setelah penanaman. Monitoring juga bertujuan mengidentifikasi kemungkinan permasalahan pada areal penangkaran. Perhatian khusus diberikan karena sebelumnya terjadi genangan akibat curah hujan tinggi.(180526)
Kegiatan pertama adalah Mandiri Benih Tanaman Pangan padi melalui APBD II Kabupaten Manggarai Barat TA 2026. Kegiatan ini mencakup areal seluas 10 hektare. Varietas yang ditangkarkan adalah Inpari 32 HDB dengan kelas benih sebar. Pelaksanaan dilakukan oleh Kelompok Tani Suka Maju Bentala. Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan offtaker PT Kedelai Inti Raya.
Kegiatan kedua adalah penangkaran swadaya padi varietas Ciherang. Penangkaran ini terdiri atas kelas BP seluas 2 hektare. Selain itu, kelas BR dikembangkan pada areal seluas 8 hektare. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Tani Suka Maju Bentala. Kerja sama produksi dilakukan bersama offtaker CV Kreasi Inti Abadi.
Hasil monitoring menunjukkan tanaman padi telah berumur dua hingga tiga minggu setelah tanam. Secara umum, kondisi pertumbuhan tanaman terlihat baik. Genangan sempat terjadi akibat curah hujan tinggi di lokasi. Kejadian tersebut berlangsung sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan monitoring.
Pemantauan lapangan menjadi langkah penting dalam menjaga keberhasilan penangkaran benih. Kondisi pertumbuhan yang baik perlu terus dipantau hingga fase berikutnya. Identifikasi dini diperlukan agar gangguan pertumbuhan dapat segera ditangani. Langkah ini juga mendukung produksi benih padi yang sesuai standar.
Monitoring dilaksanakan oleh PBT Pius Vitalis Musakar, SP. Kegiatan ini turut diikuti Ketua Poktan Suka Maju Bentala, Simplisius Jehadu. Perwakilan PT KIR dan CV KIA, Asep Asikin, juga hadir. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pengawasan produksi benih padi di Manggarai Barat.




