Pengawasan Grafting Pucuk Mangga Arummanis di BBH Lambanapu

Pengawasan Grafting Pucuk Mangga dilaksanakan di BBH Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur yang di laksanakan Pada 19 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan pada mangga varietas Arummanis. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas perbanyakan tanaman hortikultura.
Kegiatan grafting direncanakan untuk 3.000 anakan mangga. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Proses ini memerlukan ketelitian agar sambungan tumbuh kuat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.
Penyambungan dilakukan oleh dua pegawai Provinsi NTT dari UPTD Perbenihan. Keduanya bertugas di BBH Lambanapu. Petugas melaksanakan penyambungan pucuk pada anakan mangga yang telah disiapkan. Setiap anakan diperiksa agar sesuai dengan kebutuhan teknis grafting.
Pucuk mangga yang digunakan berasal dari pohon induk di Lambanapu. Pemilihan pucuk dari pohon induk menjadi aspek penting. Langkah ini memastikan bibit memiliki sifat yang sama dengan tanaman sumber. Sifat tersebut mencakup mutu buah, pertumbuhan, dan potensi produksi.
Tujuan utama grafting pada mangga adalah mempercepat tanaman berbuah. Teknik ini juga menghasilkan bibit yang menyerupai pohon induknya. Selain itu, grafting menggabungkan keunggulan batang atas dan batang bawah. Batang bawah dapat memberi akar kuat. Batang atas dapat menghasilkan buah berkualitas.
Pengawasan meliputi kesiapan anakan, kesesuaian pucuk, kebersihan alat, dan kondisi area kerja. Catatan lapangan menjadi dasar perbaikan selama kegiatan berlanjut. Kegiatan yang berlanjut ini juga menjadi sarana pembelajaran teknis bagi pengelola lapangan.
Melalui kegiatan ini, BBH Lambanapu diharapkan mampu menyediakan bibit mangga bermutu. Bibit tersebut dapat mendukung pengembangan hortikultura di Sumba Timur. Pengawasan berkelanjutan diperlukan hingga proses sambungan menunjukkan keberhasilan. Dengan demikian, perbanyakan mangga Arummanis dapat berjalan optimal.


