Dampak El Nino, Jagung Masyarakat NTT Terancam Gagal Panen

  • El Nino umumnya memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi menimbulkan kekeringan meteorologis.
  • BMKG memprediksi, fenomena El Nino di NTT bertahan hingga April 2024 dan membuat musim kemarau terasa lebih panjang dari biasanya. Hujan di NTT biasa terjadi akhir November atau awal Desember tetapi hingga Januari 2024, masih 17 dari 28 zona yang belum memasuki musim hujan.
  • Total produksi jagung di NTT tahun 2022 [BPS NTT] mencapai 698. 023 ton. Untuk Kabupaten Sikka, produksinya mencapai 29.416 ton, peringkat ke-7 dari 22 kabupaten/kota.
  • Sebanyak 13 kecamatan penghasil jagung di Sikka dengan luas 3.546,8 ha, terdampak El Nino.

Perempuan berambut putih itu terlihat tidak bersemangat mengurus kebun jagung di belakang rumahnya. Anastasia Hanapiah, warga Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur [NTT], ini mengaku pasrah. Tanaman jagungnya yang berumur sebulan itu, sebagian besar kering dan layu.

“Jagung sudah pasti gagal panen,” ucapnya, awal Februari 2024.

Biasanya, dia sudah menanam kacang tanah atau kacang hijau saat jagung mulai berbunga di bulan Februari. Namun, saat ini tidak dilakukannya.

“Menurutnya, hujan semakin jarang sejak awal Desember 2023. Kadang sehari hujan setelah itu panas hingga dua minggu, bahkan sebulan.”

Maria Yuvani, warga Desa Habi, Kecamatan Kangae, mengatakan menanam jagung akhir November 2023.

“Jagung saja gagal apalagi kacang hijau. Yang penting sehat dan bisa cari pekerjaan lain.”

Tahun 2023, Yuvani bisa panen enam ribu tongkol jagung di lahan seluas satu hektar. Meski tidak maksimal, dia bersyukur curah hujan masih ada dan jagung bisa dikonsumsi untuk setahun.

Jagung yang menjadi tanaman andalan masyarakat Sikka, NTT, terancam gagal panen akibat terdampak El Nino. 

Terdampak El Nino

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, mengatakan sebanyak 13 kecamatan penghasil jagung di Sikka dengan luas 3.546,8 ha, terdampak El Nino. Sekitar 489,5 ha rusak ringan, 187 ha rusak sedang, dan 24,5 ha puso.

Luas lahan jagung di Kecamatan Kangae paling besar, yaitu 599 ha.

“Sebanyak 196 hektar rusak ringan dan sedang, atau 32 persen dari total lahan jagung yang ada,” ucapnya.

Total produksi jagung di NTT tahun 2022 [BPS NTT] mencapai 698. 023 ton. Untuk Kabupaten Sikka, produksinya mencapai 29.416 ton, peringkat ke-7 dari 22 kabupaten/kota.

Anastasia Hanapiah warga Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, di lahan jagungnya yang terancam gagal panen. Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

Kepala Stasiun Klimatologi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika [BMKG] Kupang Rahmatullaj Adji, mengatakan fenomena El Nino bakal muncul di NTT pada musim hujan 2023/2024. Sesuai pantauan satelit, sebagian besar wilayah masih tanda merah, belum masuk musim hujan.

Suatu wilayah dikatakan memasuki musim hujan jika dalam satu dasarian pertama turun hujan 50 mm atau lebih, lalu diikuti dasarian berikut.

“Tetapi, tidak berarti tidak ada hujan sama sekali di wilayah itu. Sudah terjadi hujan, tetapi hanya sporadis, ringan, sedang, bahkan disertai angin badai, tetapi hanya sebentar,” ucapnya.

BMKG memprediksi, fenomena El Nino di NTT bertahan hingga April 2024 dan membuat musim kemarau terasa lebih panjang dari biasanya. Hujan di NTT biasa terjadi akhir November atau awal Desember tetapi hingga Januari 2024, masih 17 dari 28 zona yang belum memasuki musim hujan.

“El Nino umumnya memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi menimbulkan kekeringan meteorologis.”

Jagung di kebun Maria Yuvani, warga Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, terancam gagal panen akibat El Nino. Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

Langkah pencegahan gagal panen jagung

Dosen Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere, Henderikus Darwin Beja, ada beberapa langkah yang dapat diambil petani untuk mengurangi dampak gagal panen jagung.

Pertama, pengelolaan irigasi efisien, seperti irigasi tetes untuk menyediakan air terukur pada tanaman jagung.

“Ini menjaga tanaman tetap subur dan tumbuh, bahkan jika hujan tidak turun.”

Kedua, pemilihan varietas jagung yang lebih tahan kekeringan. Ketiga, konservasi tanah, seperti penutupan tanah dengan mulsa atau menanam tanaman penutup tanah untuk mempertahankan kelembaban tanah dan mengurangi penguapan.

Keempat, diversifikasi usaha pertanian guna mengurangi risiko gagal panen.

“Petani dapat mempertimbangkan tanaman selain jagung, seperti sorgum dan umbi-umbian yang adaptif pada lingkungan setempat.”

Kelima, konsultasi dengan pakar pertanian atau pemerintah setempat, jika kondisi cuaca sulit berlanjut.

“Melalui kombinasi langkah-langkah ini, petani dapat meningkatkan peluang mengatasi kekurangan air serta meminimalisir dampak gagal panen,” pesannya.

Sumber : Dampak El Nino, Jagung Masyarakat NTT Terancam Gagal Panen – Mongabay.co.id : Mongabay.co.id

Similar Posts

  • Opini: Kopi Timor di Kabupaten Belu, Warisan yang Belum Terangkat

    Kabupaten Belu, yang terletak di bagian timur Nusa Tenggara Timur memiliki sejarah panjang terkait kopi. Kopi Timor, yang terkenal karena keunikan rasa dan kualitasnya, sebenarnya adalah salah satu warisan alam yang telah ada di wilayah ini sejak ratusan tahun lalu. Meskipun demikian, hingga kini, potensi kopi Timor di Belu masih belum terangkat sepenuhnya dan belum mendapatkan perhatian yang layak.
    Sejak abad ke-19, Belu sudah dikenal sebagai daerah yang cocok untuk pertanian kopi. Pada awalnya, kopi Timor ditanam oleh petani lokal dalam skala kecil, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi lokal dan sedikit dipasarkan di sekitar wilayah Nusa Tenggara. Pada tahun 1980-an, pemerintah mulai memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kopi sebagai sumber pendapatan daerah. Namun, upaya tersebut terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pasar yang tidak memadai. Walaupun demikian, rasa kopi Timor yang khas, dengan aroma rempah yang kuat dan keseimbangan rasa yang unik, tetap menjaga daya tariknya di pasar lokal.

  • Pemprov NTT Gelar Pasar Murah Di Bakunase, Penfui, BTN Kolhua

    Dalam rangka Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, melaksankan Gerakan Pangan Murah (GPM) berupa penjualan bahan-bahan pangan atau Sembako dan sayur mayur dengan harga murah di bawah harga pasaran umum.

    Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi dalam kota Kupang yaitu, di Kelurahan Bakunase Dua, Kelurahan Penfui dan Kelurahan Kolhua.

    Di Kelurahan Bakunase Dua dilaksanakan Tanggal 04 Desember 2024, bertempat di halaman Gereja (GMIT) Alfa Omega. Di Kelurahan Penfui dilaksankan Tanggal 05 Desember 2024, berlokasi di Halaman Parkir Gedung Flaminggo  POM AU Lanud Eltari di Jalan Adi Sucipto. Sedangkan di Kelurahan Kolhua dilaksanakan dilaksanakan Tanggal 06 Desember 2024, berlokasi di Halaman Gereja (GMIT) Kaisarea di Jalan Fetor Funai.

  • PPL dan POPT Dampingi Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo di KWT Milenia CS Desa Bangka Kenda

    Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan pendampingan kegiatan penanaman padi dengan sistem jajar legowo di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Milenia CS, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas padi sawah melalui penerapan teknologi budidaya yang telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen. Sistem tanam jajar legowo memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman, meningkatkan intensitas cahaya matahari, serta memudahkan petani dalam melakukan pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit.

  • Pj. Gubernur NTT : “Nagekeo Punya Potensi Dukung Lumbung Pangan Nasional”

    Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P mengungkapkan Kabupaten Nagekeo memiliki potensi untuk turut menunjang swasembada pangan nasional atau menjadi pendukung lumbung pangan nasional.

    Demikian diungkapkan beliau pada saat meninjau lahan cetak sawah baru di Desa Waekokak dan kegiatan penanaman padi secara simbolis di Desa Marapokot Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo pada Jumat 17 Januari 2025.

    “Kabupaten Nagekeo ini punya lahan yang luas dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kita menyaksikan ada area subur datar Desa Waekokak ini bisa dijadikan lumbung pangan NTT dan juga lumbung pangan nasional yang bisa mendukung pangan nasional dan mempercepat swasembada pangan,” ujar Pj. Gubernur.

  • Awas Hoaks Bantuan Pertanian, Simak Daftarnya Biar Tak Terjerat

    Pemerintah Indonesia menyalurkan berbagai bentuk bantuan untuk sektor pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani di seluruh pelosok negeri. Namun, inisiatif positif ini seringkali disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, menjadikannya sasaran empuk untuk penipuan dan penyebaran hoaks.

    Modus penipuan ini umumnya beredar luas melalui platform media sosial atau pesan singkat yang tidak resmi. Tujuan utamanya adalah mencuri data pribadi para petani atau bahkan meminta sejumlah uang dengan iming-iming bantuan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya para petani, untuk memahami secara detail berbagai modus penipuan ini.