Evaluasi OPT UGF pada Jagung 1,5 Hektar di Fatukoa, UPTD Proteksi Lakukan Monitoring Pasca Aplikasi Pestisida Siklon

Kupang, 26 Februari 2026 – Kegiatan evaluasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) kategori UGF (Ulat Grayak Frugiperda) pada komoditi jagung seluas ±1,5 hektar di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dilaksanakan oleh tim UPTD Proteksi dan dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Proteksi, Bapak Gabriel Gara Beni, bersama tim teknis lapangan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas laporan dan koordinasi langsung dari petani ke kantor UPTD Proteksi terkait adanya serangan ulat grayak pada tanaman jagung mereka. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera turun lapangan dan melakukan pengaplikasian pestisida selama dua hari berturut-turut sesuai dengan dosis dan rekomendasi teknis.
Evaluasi Pasca Aplikasi Pestisida Siklon
Setelah dilakukan aplikasi pestisida Siklon, tim melaksanakan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan kondisi tanaman. Evaluasi dilakukan melalui:
- Pengamatan intensitas serangan pada beberapa titik sampel
- Perhitungan populasi larva UGF
- Pemeriksaan kondisi pucuk dan daun tanaman
- Dokumentasi visual perkembangan tanaman
Dari hasil pengamatan, mulai terlihat perubahan signifikan berupa penurunan populasi larva serta perbaikan kondisi pucuk tanaman jagung pada sebagian besar petak lahan. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pengendalian yang dilakukan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Mengenal UGF dan Pentingnya Pengendalian Dini
UGF atau ulat grayak frugiperda (Spodoptera frugiperda) merupakan salah satu hama utama pada tanaman jagung. Serangan umumnya terjadi pada fase vegetatif dengan gejala berupa daun berlubang, adanya kotoran larva di titik tumbuh, hingga kerusakan berat yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil produksi.
Pengendalian dini sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, koordinasi cepat antara petani dan petugas proteksi menjadi kunci dalam menjaga produktivitas tanaman.
Tentang Pestisida Siklon
Pestisida Siklon adalah insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama ulat pada berbagai komoditas, termasuk jagung. Produk ini bekerja secara kontak dan/atau lambung (sesuai formulasi), sehingga efektif ketika mengenai langsung tubuh larva maupun saat termakan oleh hama.
Dalam aplikasinya, tim UPTD Proteksi tetap menerapkan prinsip:
- Penggunaan dosis sesuai label
- Waktu aplikasi yang tepat (pagi atau sore hari)
- Rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi
- Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Pendekatan ini dilakukan agar pengendalian tidak hanya efektif dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Mendukung Peningkatan Produksi dan Swasembada Pangan NTT
Dengan mulai terlihatnya perubahan kondisi tanaman, diharapkan hasil panen jagung di lokasi tersebut dapat meningkat dan terhindar dari potensi kerugian akibat serangan OPT.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui UPTD Proteksi dalam memberikan respon cepat terhadap laporan petani, menjaga produktivitas komoditas strategis, serta mendukung program peningkatan produksi dan swasembada pangan di Nusa Tenggara Timur.
Monitoring lanjutan akan tetap dilakukan untuk memastikan populasi UGF berada di bawah ambang kendali dan tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen.
