Koordinator PKL Fakultas Pertanian Undana Kunjungi Laboratorium Hayati Kupang: Evaluasi Aktivitas Mahasiswa PKL

Kupang 16 Juli 2024, Laboratorium Hayati Kupang menerima kunjungan monitoring dari Koordinator Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas mahasiswa yang sedang menjalani program PKL di laboratorium tersebut.

Laboratorium Hayati Kupang, yang merupakan bagian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (UPTD PKDLHP), telah menjadi mitra penting dalam memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Undana. Program PKL ini merupakan bagian integral dari kurikulum, bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan pertanian modern.

Selama kunjungan, Koordinator PKL berkesempatan untuk:

  1. Memantau Langsung Aktivitas Mahasiswa: Para mahasiswa PKL terlihat terlibat dalam berbagai kegiatan laboratorium, termasuk analisis sampel tanah, identifikasi hama dan penyakit tanaman, serta pengembangan agen pengendali hayati.
  2. Berdiskusi dengan Pembimbing Lapangan: Koordinator PKL melakukan diskusi mendalam dengan para pembimbing lapangan dari Laboratorium Hayati Kupang mengenai perkembangan, aktivitas, dan adaptasi mahasiswa selama program PKL.
  3. Mengevaluasi Kesesuaian Program: Kunjungan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara kurikulum akademik dan pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di laboratorium.

Kunjungan Tim Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) ke Laboratorium Hayati Kupang pada tanggal 16 Juli 2024 tidak hanya membuahkan evaluasi positif terhadap aktivitas mahasiswa PKL, tetapi juga menghadirkan rasa kagum yang mendalam bagi para anggota tim. “Kami sangat kagum dengan peralatan yang tersedia di sini,” ungkap salah satu Koordinator PKM Fakultas Pertanian Undana. “Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di NTT.”

Ibu Maria I. R. Manek, M.Sc., Kepala UPTD PKDLHP, menyambut hangat kunjungan ini. “Kami sangat menghargai kerjasama dengan Fakultas Pertanian Undana. Program PKL ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberi kami perspektif segar dan energi baru dalam pekerjaan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kunjungan coordinator PKL juga memberikan umpan balik bagi UPTD kami untuk meningkatkan dan memperluas layanan kami untuk kepentingan Pendidikan dan penelitian siswa/mahasiswa.

Sementara itu, Koordinator PKL Fakultas Pertanian Undana mengungkapkan kepuasannya terhadap program ini. “Kami melihat perkembangan yang sangat positif pada mahasiswa kami. Pengalaman praktis yang mereka dapatkan di Laboratorium Hayati Kupang sangat berharga dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian saat ini,” katanya.

Salah seorang mahasiswa PKL, Rani, berbagi pengalamannya, “Di sini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata. Pengalaman bekerja dengan peralatan laboratorium canggih dan terlibat dalam aktivitas riil sangat memperkaya pengetahuan kami.”

Similar Posts

  • Kadis Pertanian dan Ketahanan Sumba Barat Himbau Petani Mulai Siapkan Lahan Tanam

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Sumba Barat, Jantje Lakumau, menghimbau masyarakat mulai mempersiapkan lahan mengingat musim hujan segera tiba.

    Sebagai petani, kita perlu mempersiapkan lahan lebih awal sehingga dapat menanam tepat waktu pas musim hujan tiba. Demikian himbauan yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Barat pada saat mendampingi anggota komisi IV DPR RI, Usman Husin.membagikan 50 ton benih padi unggul kepada 157 kelompok tani di Dinas Pertanian Sumba Barat, Sabtu 13 September 2025.

  • Lahan Berbatu di NTT Disulap Jadi Perkebunan Tebu Produktif

    Lahan berbatu di kawasan transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini disulap menjadi perkebunan tebu produktif. Transformasi ini terwujud lewat kolaborasi warga transmigrasi, masyarakat lokal, dan pabrik gula terpadu PT Muria Sumba Manis.
    Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan kawasan transmigrasi kini bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan menjadi motor industrialisasi di luar Jawa.
    “Dalam transformasi transmigrasi, tidak lagi hanya sekedar perpindahan penduduk, tetapi bagaimana industrialisasi besar-besaran di luar pulau jawa. Dengan para transmigran sebagai tenaga kerja, dengan masyarakat lokal, kawasan transmigrasi di Melolo ini punya potensi cukup besar,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Rabu (20/8/2025).

  • 80 Ton Bawang Merah Tembus Pasar Luar NTT, Usman Husin: Ini Bukti Petani Kupang Hebat dan siap Bantu Alsintan Bagi Petani Oesao

    Kupang, Sonaf NTT-News.com. Sebuah kebanggaan besar datang dari Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Petani lokal yang tergabung dalam Kelompok Tani “Maju Bersama” sukses melakukan panen raya bawang merah varietas terbaru yang telah mencapai distribusi hingga 80 ton ke luar Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk ke Kalimantan dan Papua.

    Dalam momentum penting ini, Anggota DPR RI Fraksi PKB Usman Husin hadir langsung menyaksikan dan ikut serta dalam panen raya bersama masyarakat. Ia disambut dengan antusias oleh warga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok perempuan, dan empat kelompok tani setempat.

  • Gubernur Melki Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Kendalikan Inflasi dan Bangun Ketahanan Pangan di NTT

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mengendalikan laju inflasi daerah melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya pada kegiatan High Level Meeting dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (15/7/2025).
    Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, baik pusat maupun daerah.
    Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Deputi Badan Pangan Nasional Brigjen (Purn) TNI Suardi Samiran, Deputi Kemenko Perekonomian Dr. Ferry Irawan, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Dr. Andriko Noto Susanto (secara virtual), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Agus Sistyo Widjajati, Kepala OJK NTT, para pimpinan perangkat daerah provinsi, unsur perbankan, serta TPID kabupaten/kota se-NTT. Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi inflasi secara menyeluruh, terutama melalui penguatan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga, desa, hingga provinsi.

  • OKKPD Provinsi NTT Lakukan Pengawasan terhadap SPPG sebagai Ujung Tombak Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Dalam upaya memperkuat sistem mutu dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) MBG di Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 17 hingga 18 Juni 2025.

    Pelaksanaan pengawasan bertepatan dengan masa liburan sekolah, sehingga fokus diarahkan pada dua SPPG terkait aspek sanitasi gudang penyimpanan, kebersihan lingkungan kerja, ketersediaan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterlibatan tenaga sukarelawan, pasokan pangan, serta menu yang disiapkan selama pelaksanaan MBG. Selain itu, juga diidentifikasi berbagai kendala atau permasalahan dalam penyediaan pangan segar.

  • Menko Pangan Dorong Nilai Tambah Perkebunan Kopi, Coklat, hingga Lada

    Pemerintah Indonesia terus memperkuat sektor pertanian dengan mengarahkan perhatian pada pengembangan perkebunan rakyat, khususnya komoditas unggulan seperti kopi, coklat, kelapa, cengkih, dan lada. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah produk perkebunan nasional.

    Usai membuka kegiatan World of Coffee Jakarta 2025, di Jakarta International Convention Center, Kamis (15/5), ia mengatakan hal ini menjadi perhatian pemerintah setelah berhasil mengembangkan beras yang kini stoknya sudah mencapai 3,7 juta ton.

    “Maka fokus kita sekarang untuk mengembangkan perkebunan rakyat seperti kopi, coklat, kelapa, cengkih, dan lada. Karena ini harganya sekarang lagi bagus-bagusnya. Agar produktivitasnya naik. Paling tidak bibitnya yang bagus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/5).