loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

TPID NTT Pelajari Lelang Cabai Digital PPHPM Sleman

April 30, 2026April 30, 2026 Artikel
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat digitalisasi pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Langkah tersebut dilakukan melalui agenda FGD dan studi banding platform Dipanen.id di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada Senin, 27 April 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Provinsi NTT yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Pemasaran Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi atau PPHPM Sleman. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut mendampingi Gubernur NTT.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran NTT terhadap praktik baik digitalisasi pertanian di DIY. Sebelumnya, pertemuan antara Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Provinsi NTT berlangsung di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Forum tersebut membahas penguatan transformasi digital sektor pertanian, termasuk pemanfaatan platform Dipanen.id.

PPHPM Sleman Jadi Rujukan Lelang Cabai Digital

PPHPM Sleman menjadi salah satu lokasi pembelajaran karena telah menjalankan pemasaran cabai melalui mekanisme lelang. Model ini menarik untuk dipelajari karena mempertemukan petani, pengelola, titik kumpul, dan pembeli dalam sistem pemasaran yang lebih terbuka.

Lelang cabai digital PPHPM Sleman memberi gambaran bahwa pemasaran hasil pertanian dapat dikelola secara lebih efisien. Melalui mekanisme lelang, harga terbentuk melalui proses penawaran. Pola ini dapat membantu petani memperoleh informasi harga yang lebih transparan dan memperkuat posisi tawar mereka.

Bagi NTT, pembelajaran ini relevan dengan kebutuhan penguatan komoditas hortikultura. Cabai termasuk komoditas strategis karena sering memengaruhi pergerakan harga pangan. Karena itu, sistem pemasaran yang transparan dan berbasis data perlu terus diperkuat.

Dipanen.id Dukung Pemasaran Pertanian Berbasis Data

Platform Dipanen.id hadir sebagai sistem lelang hasil pertanian secara digital dan online. Platform ini mendukung transaksi yang lebih mudah, cepat, akuntabel, dan dapat dipantau melalui smartphone.

Dipanen.id juga memiliki fitur pencatatan transaksi, pendataan petani, pendataan titik kumpul, pendataan pembeli, lelang online, otomatisasi penentuan pemenang, laporan transaksi real time, integrasi e-payment, serta data tren harga dan kuantitas hasil panen. Data tersebut dapat menjadi bahan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pertanian dan ketahanan pangan.

Pengembangan Dipanen.id di PPHPM Sleman juga telah berjalan sebagai bagian dari upaya memudahkan proses lelang hasil pertanian. Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu transaksi lelang serta menghasilkan rekapitulasi dan laporan data panen yang lebih akurat dan akuntabel.

Mendukung Pengendalian Inflasi Pangan di NTT

Kunjungan TPID Provinsi NTT ke PPHPM Sleman memiliki makna strategis. Pengendalian inflasi pangan tidak hanya membutuhkan intervensi saat harga naik. Pengendalian inflasi juga membutuhkan sistem produksi, distribusi, dan pemasaran yang lebih tertata.

Melalui pembelajaran ini, NTT dapat melihat bagaimana digitalisasi membantu memperpendek rantai pasok. Sistem lelang digital dapat memperluas akses pasar, mempercepat transaksi, dan memperkuat transparansi harga.

Model ini juga dapat membantu pemerintah membaca pergerakan pasokan dan harga secara lebih cepat. Data yang tersaji secara real time dapat mendukung pengambilan keputusan, terutama untuk komoditas yang sensitif terhadap inflasi.

Digitalisasi Harus Memberi Manfaat Nyata bagi Petani

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai platform Dipanen.id sebagai contoh penting bagi penguatan pertanian digital. Praktik tersebut menunjukkan bahwa perdagangan hasil pertanian dapat dibangun secara lebih transparan, efisien, dan berpihak kepada petani.

Digitalisasi pertanian tidak boleh berhenti sebagai penggunaan aplikasi. Digitalisasi harus memberi manfaat langsung bagi petani. Manfaat itu dapat berupa kepastian informasi harga, kemudahan transaksi, akses pasar yang lebih luas, dan penguatan kelembagaan petani.

Karena itu, kunjungan ke PPHPM Sleman menjadi momentum penting bagi NTT. Pemerintah Provinsi NTT dapat menyiapkan model adaptasi yang sesuai dengan karakter wilayah, komoditas, dan kebutuhan petani di daerah.

NTT Perkuat Kolaborasi Pertanian Digital

FGD dan studi banding platform Dipanen.id menunjukkan bahwa penguatan pertanian membutuhkan kolaborasi lintas daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, kelembagaan petani, dan pelaku teknologi dapat mempercepat transformasi pertanian.

Melalui kunjungan lapangan ini, TPID Provinsi NTT memperoleh referensi konkret tentang tata kelola pemasaran hortikultura berbasis digital. Praktik baik dari PPHPM Sleman dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat sistem pemasaran hasil pertanian di NTT.

Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong inovasi pertanian yang berdampak langsung bagi petani. Dengan sistem pemasaran yang lebih transparan, efisien, dan berbasis data, NTT diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
Gerdal OPT Padi Sawah Poktan Sinar Tani Nunleu di TTU Lindungi Ciherang dari Serangan Hama
NextContinue
Ubinan Padi Banpem APBD II di Sabu Timur Capai 6,4 Ton/Ha GKP
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search