loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Ubinan Padi Banpem APBD II di Sabu Timur Capai 6,4 Ton/Ha GKP

April 30, 2026April 30, 2026 Artikel
Ubinan padi Banpem APBD II Poktan Rahi Dimu Desa Eiada Sabu Timur

Kegiatan ubinan padi Banpem APBD II pada Poktan Rahi Dimu di Desa Eiada, Kecamatan Sabu Timur, menunjukkan hasil yang baik. Dari luas panen 0,25 hektare, berat ubinan tercatat 4 kilogram dengan varietas padi Inpari 6 Jete.

Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, produktivitas padi mencapai 6,4 ton per hektare Gabah Kering Panen atau GKP. Setelah dikonversi, hasil tersebut setara dengan 5,5 ton per hektare Gabah Kering Giling atau GKG.

Hasil Ubinan Padi Poktan Rahi Dimu

Hasil ubinan ini menjadi gambaran awal potensi produksi padi pada lahan petani penerima Banpem APBD II. Data lapangan menunjukkan bahwa pertanaman padi di Poktan Rahi Dimu mampu memberikan hasil produktif pada luasan panen 0,25 hektare.

Rincian hasil ubinan sebagai berikut.

Lokasi kegiatan berada di Desa Eiada, Kecamatan Sabu Timur. Kelompok tani yang menjadi lokasi kegiatan adalah Poktan Rahi Dimu. Luas panen tercatat 0,25 hektare. Berat ubinan mencapai 4 kilogram. Varietas yang digunakan adalah Inpari 6 Jete. Produktivitas mencapai 6,4 ton per hektare GKP atau 5,5 ton per hektare GKG.

Jika dihitung secara estimatif berdasarkan luas panen 0,25 hektare, potensi hasil mencapai sekitar 1,6 ton GKP atau sekitar 1,38 ton GKG. Angka ini tetap perlu dipahami sebagai estimasi berdasarkan hasil ubinan, bukan angka timbang total seluruh hasil panen.

Ubinan Menjadi Dasar Pengukuran Produktivitas Padi

Ubinan berfungsi untuk memperkirakan produktivitas padi secara objektif di lapangan. BPS menjelaskan bahwa produktivitas padi diperoleh melalui survei ubinan pada plot 2,5 meter x 2,5 meter dalam bentuk GKP, lalu dikonversi menjadi GKG per satuan luas lahan.

Dengan dasar tersebut, berat ubinan 4 kilogram pada plot standar 6,25 meter persegi menghasilkan produktivitas 6,4 ton per hektare GKP. Konversi dari GKP ke GKG mengacu pada pendekatan konversi gabah, karena BPS juga menerbitkan Survei Konversi Gabah ke Beras yang memuat informasi konversi GKP ke GKG dan GKG ke beras.

Varietas Inpari 6 Jete Mendukung Hasil Produksi

Varietas Inpari 6 Jete dikenal sebagai varietas padi sawah dengan tekstur nasi sangat pulen. Dalam deskripsi varietas unggul baru padi yang diterbitkan Balitbangtan Kementerian Pertanian, Inpari 6 Jete memiliki rata-rata hasil 6,82 ton per hektare GKG dan potensi hasil 8,60 sampai 12 ton per hektare GKG. Varietas ini juga cocok ditanam di sawah dataran rendah sampai sedang.

Hasil ubinan di Poktan Rahi Dimu menunjukkan bahwa penggunaan varietas unggul, pendampingan budidaya, dan pengelolaan lahan yang baik dapat mendukung peningkatan produktivitas padi di tingkat petani.

Banpem APBD II Dukung Ketahanan Pangan Daerah

Program Banpem APBD II menjadi salah satu dukungan penting bagi petani dalam memperkuat produksi pangan di daerah. Melalui kegiatan ubinan, pemerintah dan petani dapat memperoleh gambaran hasil panen secara lebih terukur.

Data hasil ubinan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki teknis budidaya, penggunaan varietas, pengelolaan air, pemupukan, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Dengan cara ini, peningkatan produktivitas padi dapat diarahkan secara lebih tepat sesuai kondisi lapangan.

Kegiatan ubinan padi di Poktan Rahi Dimu Desa Eiada, Kecamatan Sabu Timur, menjadi bukti bahwa pendampingan pertanian dan penggunaan varietas unggul dapat memberi hasil positif bagi petani. Ke depan, penguatan budidaya padi perlu terus dilakukan agar produksi pangan di Nusa Tenggara Timur semakin stabil dan berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
TPID NTT Pelajari Lelang Cabai Digital PPHPM Sleman
NextContinue
Distan KP NTT Perkuat Penerapan GAP Padi melalui Studi Banding di Gupon Sekar Langit
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search