Panen Jagung Varietas Lamuru di Balai Benih Induk Tarus: Mendukung GEMA AGUNG NTT “Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung NTT”

Kupang, 25 Oktober 2024 — Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, melakukan kunjungan kerja ke Balai Benih Induk (BBI) Tarus untuk melihat secara langsung perkembangan perbanyakan benih jagung varietas Lamuru. Dalam kunjungan tersebut, beliau meninjau hasil panen jagung yang ditanam di lahan seluas 2 Ha. Jagung komposit varietas Lamuru ini menunjukkan hasil yang memuaskan dengan tongkol besar, yang menjanjikan produksi jagung berkualitas bagi petani di NTT.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga mengapresiasi kinerja tim Balai Benih yang telah bekerja keras dalam proses perbanyakan benih ini. “Saya berterima kasih kepada Pak Yuven dan seluruh tim di Balai Benih Induk Tarus. Mereka telah memberikan waktu, tenaga dan dedikasi untuk menyiapkan benih jagung yang berkualitas. Hasil yang kita lihat hari ini merupakan bukti bahwa kerja keras mereka menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi para petani kita,” ujarnya.

Tongkol Besar, Untung Besar

Panen jagung kali ini ditandai dengan proses penjemuran setelah beberapa waktu lalu jagung berhasil dipanen. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga turut menyoroti hasil jagung dengan ukuran tongkol yang besar, yang tentunya menguntungkan para petani. “Tongkol besar, untung besar,” ucap beliau sambil tersenyum, seraya berharap agar hasil panen ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani NTT.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Semuel Frenclin Keffi, SP.,M.Sc; Kepala Seksi Produksi Benih Tanaman Pangan, Bonevasius Tober, STP.MM; dan staf Penguji Coba Perbibitan dan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jemison K. R. B. Lifere, SP; serta seluruh staf Balai Benih Induk Tarus yang berperan aktif dalam setiap proses perbanyakan benih ini. “Tuhan memberkati usaha kita semua, semoga benih yang dihasilkan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi petani di NTT,” tambahnya.

Prinsip ‘6 Tepat’ dan Kontribusi untuk PAD

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menegaskan bahwa kegiatan perbanyakan benih ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam meningkatkan ketahanan pangan di NTT. “Dengan prinsip ‘6 Tepat’ : tepat komoditi, tepat lokasi, tepat jenis, tepat mutu, tepat harga, dan tepat waktu, kami berharap benih yang dihasilkan ini dapat mendukung program kemandirian benih serta berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT,” jelasnya. Upaya yang dilakukan oleh tim BBI Tarus ini merupakan bagian dari langkah nyata pemerintah provinsi dalam memastikan tersedianya benih unggul bagi para petani, sehingga produksi jagung di NTT dapat terus meningkat, lanjut beliau.

Apresiasi bagi Staf dan Purnatugas Bapak Bonevasius Tober, STP, MM

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Seksi Produksi Benih Tanaman Pangan yang akan memasuki masa purnatugas pada tanggal 1 November mendatang. “Kami sangat menghargai dedikasi dan kontribusi Pak Bone selama bertugas. Meskipun beliau akan segera purnatugas, namun karya dan jejaknya di bidang perbenihan akan terus dirasakan manfaatnya oleh petani-petani di NTT,” ujar beliau. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada Kepala UPTD Perbenihan, serta pengawas benih tanaman, Ir. Anthoneta magdalena yang telah melakukan pengawasan ketat untuk memastikan proses sertifikasi berjalan dengan baik.

Harapan untuk Masa Depan

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT berharap agar kegiatan perbanyakan benih ini terus berjalan dan menghasilkan benih berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan petani di masa mendatang. “Kegiatan ini tidak berhenti disini, ini merupakan langkah awal menuju kemandirian benih dan pangan di NTT. Kita berharap benih yang dihasilkan bisa berkualitas tinggi dan membantu petani meningkatkan produktivitas jagung, ungkapnya. Sebagai penutup, beliau menegaskan kembali bahwa Kita semua berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan di NTT.

Similar Posts

  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Meriahkan Pawai Kirab Budaya HUT RI ke-80

    Dengan mengusung tema “NTT Bagaya: Merayakan Warisan, Menyongsong Masa Depan”, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT ingin menegaskan bahwa budaya dan pertanian merupakan dua pilar penting yang saling menguatkan. Warisan adat dan tradisi bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian daerah.

    Tema ini juga selaras dengan semangat HUT RI ke-80 yang menekankan pentingnya gotong royong, kerja keras, dan inovasi untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam sektor pangan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

    Dalam pawai tersebut, peserta dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menampilkan kekayaan adat masyarakat Ende melalui busana khas yang sarat makna budaya. Kehadiran Tarian Gawi, dengan langkah-langkah penuh energi dan semangat kebersamaan, menjadi simbol kekompakan dan harmoni dalam membangun bangsa.

  • Wakil Bupati Alor Tutup Pesta Pangan Lokal dan Budaya Zona II Alor 2025

    Kalabahi, Alor – Pesta Pangan Lokal dan Budaya Zona II Alor Tahun 2025 menampilkan beragam pameran pangan lokal, produk UMKM, festival budaya, dan lomba kuliner khas daerah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo pada Selasa malam (23/09/2025).

    Dalam sambutannya, Rocky Winaryo menegaskan bahwa Pesta Pangan Lokal dan Budaya bukan sekadar ajang promosi produk pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan sarana memperkuat identitas budaya daerah.

  • Isi Lengkap Instruksi Prabowo Soal Cadangan Jagung Pemerintah

    – Presiden Prabowo Subianto menandatangani Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah. Dari aturan itu diatur pula Harga Pokok Pembelian (HPP) jagung sebesar Rp 5.500 per kilogram.

    Dijelaskan aturan itu diterbitkan untuk penguatan cadangan jagung pemerintah, guna meningkatkan ketahanan pangan nasional dan pencapaian swasembada jagung. Selain itu juga untuk meningkatkan pendapatan petani.

  • Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang Hadirkan Ketahanan Pangan Bagi Rakyat Kecil di Pelosok Desa

    Ketahanan pangan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat. Dalam semangat mewujudkan keadilan sosial serta mengatasi kerentanan pangan di wilayah tertinggal, Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmen strategis dengan mendistribusikan bantuan pangan secara merata hingga pelosok desa.
    Melalui skema kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Perusahaan Umum Bulog, sebanyak 39.061 jiwa penerima manfaat di 24 kecamatan memperoleh bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram per orang. Sasaran distribusi meliputi kelompok masyarakat miskin, rawan miskin, lanjut usia tunggal serta kepala rumah tangga perempuan miskin—kategori yang secara struktural rentan terhadap fluktuasi harga pangan dan krisis ekonomi domestik.

  • Monitoring Luas Tambah Tanam Padi Sawah MT 1 di Kabupaten Sabu Raijua

    Monitoring Luas Tambah Tanam LTT pada Kelompok Tani Lika Mandiri di Kabupaten Sabu Raijua pada pertanaman padi sawah Musim Tanam 1 MT 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam untuk menjaga ritme produksi padi dan memastikan ketersediaan pangan daerah berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

    Monitoring LTT difokuskan pada verifikasi langsung di lapangan terhadap luasan tanam padi sawah yang telah direalisasikan oleh petani. Tim melakukan pengecekan kondisi pertanaman, kesesuaian waktu tanam, serta pemanfaatan lahan sawah yang tersedia. Pendekatan lapangan ini memberikan gambaran faktual mengenai capaian luas tanam dan potensi produksi yang dapat dihasilkan pada musim tanam berjalan.

    Pelaksanaan monitoring juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian dan evaluasi capaian target tanam. Data hasil pengecekan menjadi dasar bagi dinas untuk memastikan bahwa program percepatan tanam berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendorong optimalisasi lahan pertanian.

    Melalui monitoring LTT pada Poktan Lika Mandiri, pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan di Kabupaten Sabu Raijua. Capaian luas tanam yang terpantau secara akurat diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi dan penguatan cadangan pangan daerah.

    Kegiatan ini mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan di tingkat kabupaten sekaligus memperkuat ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah terus mendorong pengelolaan pertanian yang terencana, terukur, dan berbasis data lapangan sebagai fondasi pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan.

  • Penyemprotan Hama Tahap 2 di Kebun Palawija Lembor: Pengendalian Hama Ulat Grayak

    Dalam rangka mendukung ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim Kebun Palawija Lembor melaksanakan penyemprotan hama tahap kedua pada tanggal 2 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang rutin dilakukan untuk melindungi tanaman palawija dari ancaman hama.

    Berdasarkan hasil pengamatan bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), ditemukan serangan ulat grayak dengan intensitas mencapai 65%. Serangan ini berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan pada tanaman jika tidak segera ditangani. Penyemprotan tahap 2 ini secara khusus bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada tanaman, menekan laju penyebaran hama ulat grayak, serta menjaga tingkat produktivitas palawija secara keseluruhan.

    Upaya pengendalian OPT seperti ini menjadi prioritas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT guna memastikan pasokan pangan lokal tetap stabil. Dengan intervensi tepat waktu, diharapkan tanaman palawija di wilayah Lembor dapat tumbuh optimal dan berkontribusi pada pencapaian target produksi pangan provinsi.

    Kegiatan ini menunjukkan komitmen dinas dalam mendampingi petani melalui pendekatan terpadu pengamatan, pengendalian, dan pencegahan hama. Pengendalian hama yang efektif diharapkan dapat meningkatkan hasil panen palawija, mendukung kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di NTT.