Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panti Asuhan Louis Demonfor Sikumana Butuh Uluran Tangan: Jual Kangkung Hasil Karya 70 Lebih Anak Asuh, Hanya Rp5.000 Per Ikat

May 20, 2026May 21, 2026 Artikel
Panti Asuhan Louis Demonfor Sikumana Butuh Uluran Tangan Jual Kangkung Hasil Karya 70 Lebih Anak Asuh, Hanya Rp5.000 Per Ikat
Beberapa anak-anak Panti asuhan sedang membersihkan rumput dan menyiram tanaman sayur di kebun sayur Panti asuhan

Sebuah pesan harapan dan permohonan uluran tangan datang dari Panti Asuhan Louis Demonfor yang berlokasi di kawasan Sikumana, Kota Kupang. Di tengah keterbatasan yang ada, puluhan anak asuh di panti ini berusaha berdikari dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri lewat kerja keras dan keringat sendiri. Kini, mereka memiliki hasil bumi berupa sayur kangkung yang melimpah, namun masih menanti pembeli yang berhati tulus untuk ikut membantu meringankan beban mereka.

Di bawah asuhan para Suster Tarekat Putri Regna Rosari (PRR), panti yang menjadi rumah bagi lebih dari 70 anak ini mengelola sebidang kebun sayur tepat di sekitar lokasi panti. Saat ini, kebun tersebut sedang menghasilkan panen kangkung yang cukup banyak. Sayangnya, sebanyak delapan bedeng tanaman yang telah siap dipanen dan dijual belum seluruhnya terjual. Para anak panti berharap ada bapak, ibu, saudara, atau siapa saja yang terketuk hatinya untuk membeli hasil karya tangan mereka, yang dijual dengan harga sangat terjangkau, yakni hanya Rp5.000 per ikat.

Hal ini diungkapkan oleh Dani, salah satu anak asuh yang telah menempuh hidup di panti ini selama kurang lebih 20 tahun, kepada media ini Selasa, 19 Mei 2026. Bagi Dani, panti asuhan ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan satu-satunya rumah yang ia kenal sejak bayi.

“Saya ditinggalkan oleh ibu kandung saat masih berumur sekitar satu tahun. Ibu membawa saya ke sini dan menyerahkan ke panti, hingga saat ini ayah dan ibu saya belum pernah datang menemuiku kembali. Ibu yang menitipkan saya dulu pun, sampai sekarang tidak ada kabar beritanya lagi,” kenang Dani dengan nada rendah namun penuh ketabahan.

Meski tak memiliki orang tua yang mendampinginya tumbuh dewasa, Dani beruntung mendapatkan kasih sayang dan dukungan penuh dari para suster. Kini, Dani sudah berstatus sebagai mahasiswa, dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung sepenuhnya oleh para Suster PRR yang mendirikan dan mengelola panti ini.

Diketahui, Panti Asuhan Louis Demonfor berada di bawah naungan Tarekat Putri Regna Rosari (PRR), sebuah tarekat yang didirikan oleh almarhum MGR. Gabriel Manek, SVD. Hingga kini, PRR memiliki satu panti asuhan terbesar di Kota Kupang dengan jumlah penghuni lebih dari 70 anak. Mayoritas anak-anak yang tinggal di sini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang datang dengan beragam kisah hidup dan keterbatasan nasib.

Suster Stanisia, yang saat ini dipercaya mengelola operasional dan kehidupan di Panti Asuhan Louis Demonfor, menjelaskan bahwa kegiatan berkebun ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan kemandirian yang diajarkan kepada setiap anak asuh.

“Selain kami berikan pendidikan formal dan keagamaan yang layak, para anak panti ini kami latih untuk bekerja dan berkarya. Tujuannya agar suatu saat nanti mereka mampu mandiri dan bertahan hidup, karena kami sadar mereka tidak akan selamanya tinggal bersama kami di sini. Suatu saat pasti mereka akan melangkah keluar, ada yang memilih masuk kembali menjadi suster di PRR, ada yang menjadi imam atau pelayan gereja, dan tak sedikit pula yang akan memilih jalan hidup berkeluarga seperti masyarakat pada umumnya,” ungkap Suster Stanisia.

Menurut beliau, kebun sayur ini adalah lahan pembelajaran nyata, tempat anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja keras, dan memahami nilai uang serta hasil jerih payah.

Salah satu anak asuh lainnya turut bercerita dengan polos namun menyentuh hati, mengenai apa arti penjualan sayur kangkung ini bagi kehidupan mereka sehari-hari.

“Hasil uang dari penjualan sayur kangkung yang kami tanam dan rawat sendiri itu nantinya kami gunakan untuk membeli kebutuhan pribadi kami. Kami belikan sepatu, sendal, dan pakaian agar kami bisa tampil rapi dan layak seperti anak-anak di luar sana yang memiliki orang tua utuh atau orang tua yang berkecukupan secara ekonomi,” ujar anak tersebut.

Ia kemudian menyampaikan harapan besarnya kepada masyarakat Kota Kupang. “Kami sangat berharap kepada Bapak dan Ibu sekalian yang terketuk hatinya, berkenan menolong kami dengan membeli sayuran ini. Doa kami yang tulus untuk Bapak dan Ibu yang telah membantu kami, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan, sukacita hati, serta melimpahkan rezeki yang berkat berlipat ganda untuk Bapak dan Ibu sekalian,” tambahnya dengan mata berbinar penuh harap.

Kini, delapan bedeng kangkung yang masih segar dan hijau siap dipanen menanti pembeli. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, hanya Rp5.000 rupiah untuk setiap ikatnya. Pembelian ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa, melainkan bentuk dukungan nyata bagi pendidikan hidup dan kemandirian puluhan anak-anak yang sedang berjuang meraih mimpi di tengah keterbatasan.

Bagi masyarakat yang ingin membantu sekaligus membawa pulang sayuran segar dan sehat hasil kerja keras anak-anak panti, bisa langsung berkunjung ke Panti Asuhan Louis Demonfor di kawasan Sikumana, Kupang, tepatnya disamping Paroki Sta. Familia Sikumana. Setiap pembelian adalah harapan baru, setiap uluran tangan adalah kasih sayang yang mewujudkan kebahagiaan bagi mereka yang kurang beruntung namun tetap berjiwa besar.

Sumber : Panti Asuhan Louis Demonfor Sikumana Butuh Uluran Tangan: Jual Kangkung Hasil Karya 70 Lebih Anak Asuh, Hanya Rp5.000 Per Ikat – Suluh Desa

Post navigation

Previous Previous
Pengawasan Grafting Pucuk Mangga Arummanis di BBH Lambanapu
NextContinue
Pengamatan Hama Anakan Kelapa di Desa Raporendu, Kecamatan Nangapanda
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search