Peningkatan Luas Tanam Padi di NTT: Update LTT Februari 2026

Pada Februari 2026, Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dengan Februari 2025. Berdasarkan data yang tercatat hingga 11 Februari 2026, total luas tanam padi untuk periode tersebut mencapai 22.182 Ha, meningkat 1.754 Ha dibandingkan dengan 20.428 Ha pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pertanian padi di NTT.
Tren Perbandingan Bulanan
Perbandingan antara bulan Februari 2025 dan Februari 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanaman padi di beberapa wilayah. Hal ini terlihat dari grafik yang menunjukkan fluktuasi yang lebih stabil pada Februari 2026 dengan peningkatan pada beberapa hari awal bulan dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, data LTT yang tercatat pada 1-11 Februari 2026 menunjukkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
Realisasi Tanam Berdasarkan Kabupaten/Kota
Berdasarkan data per kabupaten/kota, sejumlah daerah mengalami peningkatan luas tanam padi yang signifikan, antara lain Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Sumba Barat Daya. Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan luas tanam padi, seperti Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sikka. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ada wilayah yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan atau meningkatkan luas tanam padi, sementara beberapa wilayah lainnya berhasil mencatatkan hasil yang positif.
Capaian Tanam Padi Januari-Februari 2026
Secara keseluruhan, realisasi luas tanam padi pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 110.690 Ha, yang lebih tinggi dari 96.298 Ha pada periode yang sama di tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian padi di NTT terus berkembang meskipun terdapat tantangan dalam distribusi sumber daya dan infrastruktur pertanian.
Tantangan dan Upaya Meningkatkan Produktivitas
Meskipun ada pencapaian positif, masih terdapat tantangan dalam beberapa kabupaten/kota yang mengalami penurunan luas tanam padi. Beberapa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah yang mengalami penurunan, seperti Sumba Timur dan Sumba Tengah. Peningkatan infrastruktur irigasi, distribusi bibit yang lebih merata, dan penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan ini.
Kesimpulan
Peningkatan LTT padi di NTT pada Februari 2026 mencerminkan optimisme dalam sektor pertanian padi di wilayah ini. Diharapkan dengan adanya peningkatan ini, NTT dapat terus meningkatkan ketahanan pangan serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. Tentu saja, keberhasilan ini harus diiringi dengan perhatian terhadap daerah-daerah yang mengalami penurunan agar mereka dapat bangkit dan berkontribusi lebih dalam pencapaian target pertanian ke depan.
