Sinergi Pembangunan Pertanian di Nusa Tenggara Timur: Kolaborasi Strategis antara Dinas Pertanian, RRI Kupang, dan Masyarakat

Kupang, 25 Februari 2026 – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didampingi oleh Plt. Sekretaris, Kasubag Kepegawaian dan Umum (KUM), serta Koordinator Perencana, menerima kunjungan kerja dari RRI Kupang untuk membahas kerja sama program dan kegiatan antara kedua lembaga. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab ini bertujuan untuk memperkuat sinergi publikasi serta penyebarluasan informasi terkait pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di NTT.
Kepala Dinas Pertanian, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, menyampaikan pentingnya peran media, terutama RRI sebagai lembaga penyiaran publik, dalam mendukung program pemerintah daerah. Dalam upaya membangun ketahanan pangan, RRI diharapkan dapat menjadi mitra yang efektif dalam menyebarluaskan informasi terkait ketersediaan pangan, pengendalian inflasi, inovasi pertanian, serta program pemberdayaan petani kepada masyarakat luas. RRI Kupang pun menyambut baik kerja sama ini, siap untuk menjadi platform edukasi yang menginspirasi dan solutif, dengan program siaran, dialog interaktif, serta liputan kegiatan.
Sinergi antara Dinas Pertanian dan RRI Kupang diharapkan mampu memperkuat komunikasi publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di NTT.
Dalam konteks pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, Joaz Bily Oemboe Wanda menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian guna mencapai swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT. Program prioritas utama yang tengah dijalankan adalah pengembangan Desa Model Pertanian (Demo Tani) untuk menangani kemiskinan ekstrem dan mengurangi angka stunting. Pendekatan ini difokuskan pada berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, sorgum, dan tanaman hortikultura dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Salah satu program unggulan, yaitu Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung (Gema Agung), terus diperluas cakupannya untuk menciptakan ekosistem industri pangan yang lebih mandiri. Dengan luas lahan jagung di NTT mencapai tiga ratus ribu hektar setiap tahunnya, diharapkan sektor ini dapat menjadi pilar utama ketahanan ekonomi daerah.
Selain itu, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian telah berhasil meningkatkan produksi padi secara signifikan, hampir mencapai angka satu juta ton. Peningkatan kapasitas produksi ini merupakan hasil kerja keras para petani dan penyuluh yang terus berupaya menjaga ketersediaan pangan daerah.
Strategi pembangunan pertanian ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal. Langkah konkret dalam strategi ini mencakup penyediaan bibit unggul, optimalisasi alat mesin pertanian, serta perbaikan infrastruktur irigasi untuk mendukung pemanfaatan lahan kering di NTT.
Inovasi teknologi juga menjadi salah satu fokus, seperti pengembangan bawang merah melalui biji yang bertujuan untuk efisiensi biaya produksi bagi petani lokal. Sektor perkebunan, seperti kopi, kakao, dan jambu mete, juga didorong untuk melakukan hilirisasi guna memberikan nilai tambah yang maksimal bagi pendapatan daerah.
Sementara itu, kolaborasi dengan akademisi melalui program petani masuk kampus menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi milenial yang ahli dalam mengelola bisnis sektor pertanian. Keterlibatan anak muda dalam sektor ini sangat penting, mengingat usia mayoritas petani di NTT saat ini sudah memasuki masa tua.
Dinas Pertanian Provinsi NTT memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang tetap konsisten bekerja meski menghadapi berbagai tantangan alam yang berat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
