Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Ketua Sinode GMIT Tanam Simbolis di Lahan Jemaat Kalvari Osiloa, Kelurahan Tarus Kabupaten Kupang-NTT

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda bersama Ketua Sinode GMIT, Pdt Samuel Benyamin Pandie, melakukan tanam simbolis tanaman tomat dan cabai rawit (Jumat, 21/6/2024).

Kabupaten Kupang –Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda bersama Ketua Sinode GMIT, Pdt Samuel Benyamin Pandie, menanam secara simbolis tanaman hortikultura tomat dan cabai, dalam kegiatan Gerakan Tanam Hortikultura Pertanian Terintegrasi, Jumat (21/6/2024) pada lahan seluas 40 are di Kebun Gereja Kalvari Osiloa Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Hadir pula para pendeta dari gereja tetangga, Kepala Dinas Pertanian Sumba Tengah, para pemuda jemaat yang tergabung dalam kelompok tani milenial, dan tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Jenis tanaman hortikultura yang ditanam untuk dibudidayakan oleh kelompok tani milenial jemaat Kalvari Osiloa meliputi cabai rawit, tomat, terong ungu, sawi dan kangkung.

Ketua Sinode GMIT dalam arahannya menyampaikan bahwa Gereja membuka diri dalam kolaborasi dan kaum milenial merupakan bonus Demografi yang menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi khususnya bidang pertanian yang terjalin hari ini bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Samuel Pandie mengharapkan dengan semangat kolaborasi ini, kaum milenial terus bangkit untuk mengembangkan potensi yang ada untuk menjadi berkat bagi jemaat dan bangsa.

Selanjutnya Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam arahannya juga menyampaikan “Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, menyambut baik kolaborasi yang terjalin bersama Sinode GMIT sebagai bagian dari memperkaya, menumbuhkan dan memperkuat Jemaat sebagai bagian dari memperkaya pemberdayaan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kapitalisasi ekonomi jemaat. Selain itu Gereja juga secara langsung terlibat dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Kolaborasi ini memberikan kepercayaan bagi kita bahwa Gereja adalah bagian dari Pemerintah dan Pemerintah adalah bagian dari Gereja”, imbuh Joaz B. Oemboe Wanda.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) mengsupport benih cabai rawit, tomat, terong ungu, sawi dan kangkung, selanjutnya Bidang Prasarana Sarana Pertanian dan Pemasaran Hasil Pertanian (PSP2HP) mendukung exsavator untuk pembukaan lahan, traktor roda empat untuk olah lahan dan cultivator untuk pembuatan bedengan dan persiapan tanam (Margie).

See also  Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan Tahun 2023 Tingkat Provinsi NTT

Similar Posts