Mahasiswa Undana Pelajari Teknik Pengenceran Tanah di Laboratorium Hayati Kupang

Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Laboratorium Hayati Kupang memperoleh kesempatan belajar teknik pengenceran tanah. Sampel tanah tersebut dikirimkan oleh Laboratorium Lapangan Sikka dan diduga terinfeksi penyakit layu bakteri yang menyerang tanaman pisang.

Proses Pengenceran Tanah

Pengambilan Sampel Tanah Mahasiswa pertama-tama mempelajari cara pengambilan sampel tanah dari lahan yang terindikasi penyakit. Tanah yang diambil harus mewakili kondisi lahan dan diambil dengan metode yang benar untuk memastikan keakuratan hasil.

Persiapan Suspensi Tanah Selanjutnya, mahasiswa diajarkan cara membuat suspensi tanah. Tanah dicampur dengan air steril dalam bejana kaca, lalu dihomogenkan. Proses ini penting untuk mendistribusikan mikroorganisme secara merata dalam larutan.

Seri Pengenceran Setelah suspensi tanah siap, dilakukan serangkaian pengenceran bertingkat untuk mendapatkan konsentrasi mikroorganisme yang tepat. Ini dilakukan dengan menambahkan air steril ke suspensi tanah dalam beberapa langkah bertingkat, biasanya dalam faktor sepuluh.

Penanaman pada Media Selektif Suspensi yang telah diencerkan kemudian ditanam pada media selektif khusus yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab layu bakteri. Media ini dirancang untuk mengidentifikasi keberadaan dan jumlah bakteri patogen dalam sampel tanah.

Inkubasi dan Pengamatan Plat media yang telah ditanami inkubasi pada suhu tertentu untuk beberapa hari. Mahasiswa kemudian mengamati pertumbuhan koloni bakteri, mencatat karakteristiknya, dan menghitung jumlah koloni untuk analisis lebih lanjut.

Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang pentingnya teknik pengenceran tanah dan deteksi dini penyakit. Selain itu, mereka memperoleh keterampilan laboratorium yang esensial, termasuk penanganan sampel tanah, teknik inokulasi, dan pengamatan mikrobiologis.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teknik yang dipelajari dalam praktek lapangan, khususnya dalam deteksi dan manajemen penyakit layu bakteri pada tanaman pisang. Keterampilan dan pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mengendalikan penyakit tanaman secara ilmiah dan terstruktur, serta berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.

See also  Pengiriman Pertana 1000 Ton Jagung TJPS Pola Kemitraan NTT

Similar Posts